Bisnis Salon Murah Menjamur

500

SEMARANG – Meskipun bisnis salon murah menjamur, namun hal tersebut tak membuat salon-salon dengan tarif standar lantas berlomba membuat promo.

Nining, salah satu kapster di salon kawasan Kranggan mengatakan pemilik salon tersebut merupakan pengajar kecantikan. “Dia tahu kalau bisnis salon sekarang sangat banyak, tapi pemilik salon ini tidak was-was sama sekali,” ujarnya.

Menurutnya, pelanggan sekarang ini sangat cerdas dalam menentukan pilihan. “Memang ada beberapa konsumen salon yang tergoda dengan salon bertarif murah. Namun kalau mereka memang penikmat salon maka tidak akan tergoda dengan tarif murah tersebut,” jelasnya yang dalam sehari bisa menerima lima pelanggan yang ingin creambath.

Bagi pelanggan yang menyukai creambath, mereka akan lebih menyukai pijatan yang dirasakan dari pada memilih tarif yang murah. “Beberapa kali kami bertemu dengan pelanggan salon, mereka bercerita sudah mencoba beberapa salon lain. Tapi malah justru mereka khawatir dengan obat yang digunakan untuk rambut. Karena kualitasnya pun pasti tidak bagus,” jelasnya.

Untuk Salon Anastasia tempatnya bekerja sendiri, harga untuk creambath tidak murah namun tidak juga mahal. “Kalau untuk creambath tarifnya Rp 30 ribu. Kalau facial Rp 35 ribu. Kebanyakan dua pelayanan ini yang diinginkan pelanggan,” ujarnya.

Namun, menurutnya, kadang salon juga sepi pengunjung. “Tapi kami punya kursus salon. Ini yang ramai, jadi meskipun salon kadang sepi pengunjung, tidak mempengaruhi omset kami,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemilik salon di Jalan Singosari, Didit mengaku, dirinya memasang tarif murah karena pelanggannya kebanyakan adalah mahasiswa. “Memang konsumen kami mayoritas mahasiswa. Jadi mereka kalau creambath hanya kami patok harga Rp 18 ribu saja,” ujarnya yang enggan disebutkan nama salon miliknya.

Menurutnya, sejauh ini pelanggan di tempatnya selalu penuh. “Tapi karena tarifnya murah, jadi omsetnya juga tidak banyak,” ujarnya yang mengaku mendapat omset Rp 2 juta sebulannya.
Mengenai obat yang digunakan, dirinya menjelaskan, ada dua jenis obat yang bisa digunakan untuk creambath. Dan karena tarif yang murah, dirinya juga didatangi konsumen dari pelajar SMA. “Banyak dari mereka yang datang, dan karena sebagian kapster kami laki-laki, maka banyak juga konsumen cowok yang datang,” jelasnya. (mg3/ric)