Giliran Harga Cabe Melambung

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG-Setelah harga bawang merah dan bawang putih turun lantaran pasokan berlimpah, kini giliran harga cabe yang naik hingga 200 persen. Semula harganya hanya Rp 27 ribu/kg, kini naik menjadi Rp 48 ribu/kg. Akibatnya, banyak pedagang sayuran di Pasar Batang yang memilih tidak menjual cabe, lantaran harganya tinggi, juga cepat busuk, jika tidak disimpan di tempat baik.

Sugito, 34, warga Desa/Kecamatan Kandeman, pedagang sayuran mengaku tidak berani membeli cabe dalam jumlah banyak, karena kondisi harga cepat berubah. ”Pagi kami beli dengan harga Rp 30 ribu/kg, kemedian dijual Rp 32 ribu/kg, sorenya berubah menjadi Rp 40 ribu/kg,” ungkap Sugito, Senin (25/3) siang kemarin.

Maryati, 52, pedagang masakan di Alun-Alun Kauman Batang, merasa semakin kesulitan menghadapi pelanggan. Lantaran selama ini memberikan sambal kepada pelanggan secara gratis. ”Kalau sambal kami tarik, pelanggan banyak yang protes. Namun kalau digratiskan, harga cabe sampai Rp 40-an ribu/kg,” kata Maryati.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar, Kecamatan Batang, Rohmadi, mengatakan bahwa dalam kondisi harga sayuran yang tidak stabil, mengakibatkan banyak pedagang kecil yang lebih menutup sementara dagangannya, daripada merugi. ”Seperti harga bawang putih, sekarang sudah turun menjadi Rp 32 ribu/kg. Meski sebelumnya mencapai harga Rp 60 ribu/kg dan harga tersebut akan turun terus,” kata Rochmadi.

Mestinya pemerintah, katanya, punya harga patokan tertinggi yang pasti untuk beberapa kebutuhan pokok, termasuk bawang dan cabai. Jika pemerintah tidak menentukan patokan harga terendah, akan terjadi penjualan barang seperti saat ini. ”Dulu harga kedelai juga demikian. Namun setelah ada harga tertinggi Rp 8 ribu, maka pedagang merasa nyaman, tidak khawatir lagi,” saran Rochmadi.

Kepala UPT Pasar Batang, Edi Nugroho, menyampaikan, sejak harga cabe terus melambung, banyak pemasok sayuran yang datang ke Pasar Batang lebih pagi dari sebelumnya. Menurutnya jika harga bawang atau cabe naik, barang tersebut menjadi rebutan, karena jumlahnya terbatas. ”Kalau barangnya terbatas, seperti cabe pedagang kecil, sudah datang lebih pagi, karena takut kehabisan barang,” kata Edi. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -