Solar Habis, Nelayan Nangis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KELANGKAAN solar berimbas pada nasib nelayan. Kini nelayan tidak bisa melaut karena langkanya solar bersubsidi. Termasuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang ada di Kendal.

Imam, 30, nelayan Bandengan, Kendal menuturkan bahwa menghilangnya solar bersubsidi tersebut sejak empat hari lalu. “Bingung mau mencari solar kemana? Ke SPBU juga belum tentu dapat,” katanya bersama sang istri di atas motor dengan membawa sejumlah jeriken solar kosong.

Hal senada dikatakan oleh Rohman, 31, nelayan Bandengan lainnya. Menurutnya, jika harus menggunakan solar non subsidi, tak sepadan dengan hasil tangkapannya.

“Adanya di SPBU itu solar yang non subsidi, SPBN kosong. Tapi kalau pakai yang non subsidi, nggak sepadan dengan hasil tangkapan. Kalau berangkat pagi pulang pagi, biasanya habis Rp 300 ribu, tapi itu solar subsidi dan sudah termasuk bekal. Hasilnya Rp 500 ribu. Jadi kalau pakai non subsidi tidak ada untungnya. Padahal saat ini lagi banyak-banyaknya ikan, kok malah solarnya nggak ada,” katanya.

Sementara salah seorang staf Perusda Aneka Usaha Kendal,  Eri Budiningsih saat dikonfirmasi mengakui hal itu. Stok solar SPBN Bandengan untuk Maret ini sudah habis sejak 21 Maret lalu. Sedangkan untuk SPBN Tawang Rowosari baru habis Minggu (24/3) lalu.

“Memang kuota solar untuk Maret sudah habis. Yang Bandengan habis 21 Maret. Kalau Tawang setahu saya baru kemarin (Minggu, red),” katanya kemarin.

Pihak Perusda mengaku sudah mengajukan tambahan untuk kedua SPBN tersebut. Pada SPBN dari alokasi awal 88 kiloliter (KL) ditambah 32 kiloliter. Sedangkan untuk SPBN Tawang dari 224 kiloliter ditambah 64 kilolliter. (yud/jpnn/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -