Tersangka dan Mantan Napi Boleh Nyaleg

383

TEMANGGUNG—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung membolehkan mantan napi menjadi calon anggota legislatif dari partai politik untuk provinsi hingga kabupaten/kota. Namun, syaratnya, mantan narapidana baru boleh menjadi caleg setelah 5 tahun bebas dari lembaga pemasyarakatan. Selain mantan napi, warga yang terjerat kasus hukum dengan status tersangka juga diperbolehkan.

Komisioner KPU Temanggung Disivi Hukum dan Pengawasan, Yami Blumut mengatakan, meski mantan narapidana boleh mencalonkan diri menjadi wakil rakyat namun harus memenuhi tiga persyaratan yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Tiga persyaratan tersebut yakni pertama, mantan napi harus membuat surat pernyataan dari lembaga pemasyarakatan telah menjalani hukuman lima tahun. Kedua, mantan napi juga harus jujur dan terbuka, pernyataan tersebut harus dimuat dalam surat kabar baik lokal maupun nasional dan ketiga bukan mantan napi yang melakukan kejahatan yang berulang-ulang.

”Selain yang sudah bebas selama lima tahun, para mantan napi yang akan nyaleg wajib membuat pernyataan yang dipublikasikan di surat kabar bahwa pelaku tidak akan melakukan kegiatan (tercelanya) berulang-ulang,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Yammi, surat itu juga harus dilampirkan kepala lembaga pemasyarakatan yang pernah dihuni. Hal itu berlaku untuk semua kasus, dan mereka harus memberikan pernyataan secara resmi tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum. ”Baik untuk kasus narkoba, korupsi atau apalah. Tapi, yang bersangkutan harus membuat pernyataan lisan dan tertulis untuk tak mengulangi melanggar hukum, lewat media,” paparnya.

Ia menerangkan, perlakuan itu berlaku untuk seluruh mantan narapidana kecuali mereka yang ditahan karena alasan politik maka tidak harus menunggu waktu hingga lima tahun untuk ikut mencalonkan diri. ”Semua napi. Kecuali yang ditahan karena alasan politik. Itu dikecualikan,” katanya. (zah/lis)