Peluang Tinggi, Tambah Dua Lagi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG—Keberadaan hotel di Kota Magelang sepertinya bakal semakin banyak. Hal itu setelah adanya keputusan pendirian dua hotel baru di kota sejuta bunga itu. Meski telah memiliki banyak hotel, peluang pendirian penginapan baru masih terbuka lebar.

”Pendirian hotel baru jadi salah satu indikator ekonomi berkembang baik. Juga bakal meningkatkan daya tarik pariwisata, terutama wisata kota tua dan heritage,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang, Edi Hamdani, kemarin.

Dalam waktu dekat, GM Hotel Wisata itu me­nge­mukakan, akan berdiri dua hotel baru di Kota Magelang tahun 2013 ini. Keduanya di Jl Gatot Subroto berlantai 5-7 dengan jumlah kamar masing-masing 70-an kamar. Kedua hotel berkonsep modern ini dimiliki oleh orang asli Magelang yang bekerja sama dengan investor luar.

”Selain itu, saya dengar juga akan dibangun hotel lagi di Jl Jend Sudirman dan Jl A Yani kawasan Alun-alun Kota Magelang. Juga beberapa lokasi lain yang cukup strategis,” terangnya.

Edi Hamdani mengatakan, pendirian hotel masih terbuka. Pihaknya juga siap memberi rekomendasi kepada investor yang ingin berinvestasi hotel. Meski masih terbuka, dia menyadari kehadiran hotel baru bakal menaikkan daya saing antarhotel. Tapi ini tidak jadi masalah, karena masing-masing hotel harus memiliki keunikan dan kelebihannya sendiri-sendiri.

”Agar tidak kalah saing, buatlah keunikannya sendiri yang berbeda dari hotel lainnya. Keunikan bisa dari berbagai sisi, seperti fisik, konsep, lokasi, layanan, fasilitas, bahkan sampai tarif. Intinya buatlah yang berbeda,” katanya.

Soal tarif, kata Edi hal ini yang memang harus diperhatikan. Tarif kamar hotel di Magelang diharap memang di bawah tarif hotel di Jogja atau Semarang.

”Sebagai gambaran, tarif hotel di Magelang yang paling diterima berkisar Rp 100.000-Rp 300.000. Di atas itu memang agak susah dan hanya kelas tertentu yang bisa menjangkaunya. Tapi, justru itu peluang yang masih sangat terbuka,” tuturnya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -