Tim akan Sisir SKPD

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Hari Pertama Kerja PNS

TEMANGGUNG—Rabu (14/8) ini pe­ga­wai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Temanggung sudah mulai kerja setelah cuti bersama hari raya. Untuk menyambut hari pertama kerja tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah menyiapkan tim yang akan menyisir seluruh SKPD yang ada untuk mengecek angka presensi.

Kepala BKD Temangung Jakfar Mukhtar mengatakan, sesuai dengan surat edaran bupati terkait cuti bersama, cuti bersama dimulai sejak hari pertama Idul Fitri dan pada H-1 seluruh PNS di lingkungan Pem­kab Temanggung masih menjalankan kerja seperti biasa. Cuti sendiri dimulai sejak 10, 12 dan 13 Agustus, sedangkan pada 8, 9 Agustus merupakan tanggal merah dan libur seperti biasanya. “Sedangkan pada 7 Agustus, H-1 kita masih bekerja untuk efektivitas cuti bersama,” katanya.

Ia mengatakan, untuk seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Temanggung, diharapkan telah memulai tugas mereka pada hari pertama tersebut. Ia mengimbau agar tidak ada angka absen dari masing-masing SKPD. “Kami minta semuanya datang tepat waktu seperti biasanya,” katanya.

Untuk memastikan kehadiran, pihaknya juga telah membentuk tim inspeksi yang dibagi dalam beberapa kelompok. Nantinya, tim tersebut disebar di semua SKPD untuk memantau angka ketidakhadiran berikut angka korupsi jam kerja. “Sampai detil, bahkan kalau ada yang pulang sebelum jam pulang kerja, kita tetap akan akumulasikan,” katanya.

Ia menambahkan, para PNS sebenarnya dapat mengambil cuti dengan ketentuan diatur oleh masing-masing SKPD dengan dasar jumlah pegawai yang cuti tidak mengurangi efektivitas kinerja PNS. “SKPD masing-masing diberi kewenangan untuk mengatur cuti,” tambahnya.

Untuk sanksi, pihaknya mengacu kepada PP 53/2010 tentang Kepegawaian. Tidak ada sanksi khusus yang diberikan untuk pembolosan kerja pada Idul Fitri kali ini. “Tetap kita ambil tindakan sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Ia mengatakan, bentuk sanksi yang diberikan kepada pegawai yang tidak hadir dengan akumulasi tertentu diberikan sanksi dalam bentuk teguran lisan. Kemudian, teguran tertulis, penundaan gaji, penundaan jabatan, penurunan jabatan sampai pada pemberhentian dengan tidak hormat. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -