Jual Rumah untuk Biaya Berobat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Menderita kanker ganas pada tubuhnya, Sriyati, hanya bisa tergolek tidur di rumahnya, Lingkungan Gendengan, RT 1 RW IV, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung.

Sudah setahun terakhir wanita 52 tahun ini menderita penyakit tersebut. Berbagai pengobatan sudah dilakukan. Terakhir ia harus menjual rumah keluarganya. Kini, pengobatan tidak lagi dapat dilakukan setelah hartanya habis.

Sakitnya berawal pada 2012 lalu, awalnya hanya mengalami sakit perut, namun sakit tersebut terus berlanjut. Keluarganya kemudian membawanya ke RSK Ngesti Waluyo Parakan, namun tidak membawa hasil. Kemudian pengobatan kembali dilanjutkan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. “Sudah setahun lebih,” kata Rianti, 32, anak sulung Sriyati.

Setelah divonis menderita kanker, ia kemudian menjalani operasi. Namun operasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil banyak, meskipun telah menghabiskan seluruh harta yang dimiliki. “Rumah sudah dijual Rp 55 juta untuk berobat, tetapi belum sembuh,” imbuhnya.

Sebelum mendapat vonis kanker, istri dari Tukidjo, 55, ini mengalami usus buntu. Penyakit tersebut kemudian dioperasi, namun tidak sembuh. ”Kalau dulu katanya sih usus buntu lalu sudah dioperasi tapi tidak sembuh. Lalu, kami bawa ke Rumah Sakit Bethesda Jogja, dan ketahuan kalau itu ternyata penyakit kanker usus,” katanya.

Penghasilan Tukidjo sendiri sebagai penjual bensin eceran tak cukup untuk biaya berobat. Pasalnya, sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Bapak tidak mempunyai penghasilan besar untuk mengobati,” katanya.

Hingga kini, Sriyati belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun termasuk pemerintah daerah. Keluarga Tukidjo pun berharap ada dermawan yang sudi membantu biaya untuk pengobatan. “Harapan kami ada dermawan yang bersedia membantu kami,” tandasnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -