Truk Pasir Mulai Padati Jalan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID— Setelah dilarang beroperasi H-7 lalu, truk pasir mulai memadati sejumlah jalur lalu lintas di Kabupaten Magelang, kemarin. Bahkan truk-truk ini kembali memperlambat jalan kendaraan lain di jalur-jalur utama.

Pantauan koran ini, truk-truk pasir itu mulai terlihat di sejumlah jalan di dekat alur sungai yang berhulu di kaki gunung Merapi. Terutama di Kali Putih dan Kali Pabelan yang paling banyak mendapat gelontoran material vulkanik Merapi pasca e­­rupsi 2010 lalu.

Hal itu membuat jalur Jogja­karta-Magelang dan Magelang-Semarang mulai tersendat. Truk-truk ini mulai beroperasi pagi hingga malam. ”Selalu ada iring-iringan truk-truk pengangkut material vulkanik Merapi itu di sepanjang jalur padat tersebut,” kata Muslim, warga Kecamatan Srumbung.

Menurut sejumlah sopir truk asal Semarang, aktivitas penambangan sudah mulai tampak lagi di sejumlah lokasi. Antara lain, di wilayah Salamsari, Srumbung. Di sini, para sopir truk pencari pasir dilayani penambang manual dengan menggali pasir menggunakan peralatan tradisional.

Lokasi penambangan lain, di bagian hulu Kali Senowo dan sepanjang alur Kali Pabelan. Di dua titik itu, ada puluhan truk antre menunggu giliran diberi muatan pasir yang digali dengan alat berat. Rata-rata setiap truk butuh waktu sekitar dua jam menunggu giliran diisi pasir dengan volume sekitar 8 meter kubik untuk jenis colt diesel.

Meski diakui, deposit pasir sudah mulai menipis, namun harga belinya belum ada kenaikan. ”Kemarin masih sepi, tetapi hari ini sudah mulai ramai. Tapi antrenya tidak terlalu lama dan sekali angkut saya keluar uang Rp 250.000,” kata Jukari, sopir asal Semarang yang mencari pasir bersama belasan rekannya di alur Kali Pabelan, arah hilir Jembatan Pabelan yang membentang di jalur Magelang-Jogjakarta. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -