Tim Gegana Sisir Gereja

438

TEMANGGUNG—Menganti­sipasi terjadinya tindak gangguan keamanan pada saat pe­rayaan Natal di Kabupaten Temanggung, Gegana Polda Jawa Tengah diterjunkan untuk melakukan penyisiran tempat-tempat yang akan digunakan sebagai pusat peringatan hari raya umat Kristiani.
Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasubbag Humas PPID, AKP Marino mengatakan, penyisiran ini sebagai upaya antisipasi kejahatan dan hal lain yang tidak diinginkan. ”Standar operasional prosedur yang kami lakukan adalah sebelum dilakukan misa harus dilakukan penyisiran tempat ibadah tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia mengatakan, polisi harus siaga mulai dari sebelum, saat pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan selalu dilakukan pengamanan baik sterilisasi, penjagaan 24 jam dan pemantauan kegiatan lainnya supaya masyarakat yang menjalankan ibadah di gereja dan sebagainya bisa merasa aman dan tidak terganggu suatu yang merugikan.
Ia menyebutkan, kemarin ada lima gereja yang melaksanakan kegiatan, yakni Gereja Santo Paulus dan Petrus, GKI Temanggung, Gereja Sekinah, Gereja Keluarga Kudus Parakan, dan Pertapaan Santa Maria Rowo Seneng, Kandangan.
Ia mengatakan, jumlah personel yang terlibat pengamanan gereja sesuai tingkat kerawanan. Di Gereja Santo Petrus dan Paulus ada 50 personel, 25 di antaranya dari polisi dan sisanya dari unsur TNI, Satpol PP, dan Satkom. ”Semua gereja di Temanggung dilakukan penjagaan selama 24 jam, namun jumlah personel disesuaikan dengan tingkat kerawanan.
Pastur Kepala Gereja Santo Petrus dan Paulus, Romo Santoso menyambut baik kegiatan penyisiran dari tim Gegana tersebut. ”Kegiatan ini untuk mencapai suasana aman maka perlu dilakukan penyisiran. Selain itu dilakukan penjagaan di dua pintu masuk halaman gereja oleh polisi dan petugas keamanan gereja,” katanya.
Ia menyebutkan, misa pertama pada pukul 18.00 WIB akan diikuti sekitar 2.000 jemaat dan misa kedua pukul 21.00 WIB diikuti selitar 800 jemaat. (zah/lis)