UIN Suka Teliti Pertapaan Rowoseneng

857

TEMANGGUNG—Rombongan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, melakukan pe­nelitian di Pertapaan Santa Ma­ria Rowoseneng Kecamatan Kan­dangan, Temanggung, Rabu (25/12) siang kemarin. Rombongan dari prodi Studi Agama dan Resolusi Konflik ini meneliti keberadaan pertapaan Katolik di tengah masyarakat yang didominasi muslim.
Ketua rombonga, Resta Tri Widya­dara mengatakan, rombongan tersebut fokus meneliti tentang pola dialog kultural antarlembaga keagamaan yang ada.
Menurutnya, keberadaan pertapaan ditengah daerah dengan penduduk muslim dan tidak menimbulkan gejolak merupakan fenomena yang menarik.
”Fokus kami apakah dialog kultural yang diciptakan ini benar-benar optimal diterapkan. Dan apakah pola serupa dapat dilakukan di daerah lainnya,” terangnya.
Menurutnya, pola kerja sama antarlembaga seperti itu jarang terjadi di daerah lain. Konflik dengan latar belakang agama mudah muncul khususnya dalam hubungan minoritas mayoritas. ”Ini adalah hal yang menarik dimana faktor ekonomi mendasari kerja sama antarlembaga,” paparnya.
Wakil Kepala Pertapaan Katolik Santa Maria, Romo Athanasius Ocso menerangkan, keberadaan pertapaan Santa Maria Rowoseneng, sejak 1953 fokus pada masalah pemberdayaan masyarakat di sekitar. Selain para rahib yang khusus untuk kontemplasi, keberadaan pertapaan seluas 170 hektare ini juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
”Karyawan di sini ada ratusan, dan didominasi oleh muslim. Kami menjalin kerja sama yang baik dengan mereka. Sejauh ini tidak pernah ada konflik,” terangnya. (zah/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.