Tanggul Pemisah Kali Putih Dijebol

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Tanggul pemisah antara Kali Putih lama dengan yang baru di Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang dijebol oleh ratusan warga di sekitar lokasi. Warga beralasan kali putih yang baru harus segera difungsikan untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin.
”Ini kan sudah mendekati puncak musim hujan. Keberadaan Kali Putih yang baru harus difungsikan karena jika hanya mengandalkan Kali Putih lama maka banjir bisa saja melimpas ke permukiman lagi,” Kadus Gempol Desa Jumoyo, Sudiyanto, kemarin.
Ada sekitar 700 warga yang bekerja bakti dengan peralatan seadanya seperti cankul, dan slenggrong. Mereka berasal dari Dusun Gempol, Dusun Kadirogo, Dusun Kemburan, Dusun Dowakan, Dusun Tegalsari, dan Dusun Seloireng.
Seperti diketahui pada 2012 pemerintah pusat melalui BNPB dan BBWSSO membangun alur Kali Putih baru selebar 70-100 meter. Sungai baru ini dilengkapi jembatan ganda dan diharapkan mampu memecah banjir lahar sehingga tidak lagi menerjang jalan raya dan Dusun Gempol.
”Selain untuk melindungi kampung, ini juga akan mengamankan jalan raya Magelang-Jogjakarta. Jika jalan nasional terendam lahar lagi maka lalu lintas akan macet. Yang rugi tidak hanya kami namun juga pengendara yang lewat,” kata dia.
Tokoh warga Gempol Marsudi menambahkan tanggul yang dibuka sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar dua meter. Dengan pembukaan ini maka arus lahar otomatis tidak akan melewati Kali Putih lama namun langsung masuk Kali Putih.
Muhrodin, 42, tokoh masyarakat lainnya mengatakan pihaknya mendukung penuh pemfungsian alur Kali Putih baru tersebut. Ia yakin hal ini akan membuat banjir lahar bisa mengalir lebih lancar.
”Dusun kami berdampingan dengan Kali Putih sehingga terancam lahar,” kata dia.
Dihubungi terpisah, pelaksana teknik PLG Merapi BBWSSO Hery Priyanto meminta warga berhati-hati karena justru mengancam warga di wilayah hilir.
”Jangan terlalu dalam. Kami sengaja membuat elevasi satu meter agar jika banjir satu meter tetap melewati sungai lama namun jika lebih besar masuk sungai baru,” terangnya. (vie/lis)

Berita sebelumyaWaspadai Demam Berdarah
Berita berikutnyaPerlu Inovasi Pertanian
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -