Pemkab Temanggung Sediakan Rusunawa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Pemkab Temanggung akan segera membangun rumah susun sederhana (rusunawa) sebanyak 190 unit. Rencananya dimulai Januari hingga Agustus mendatang.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung Supardiyono, rusunawa berlokasi di Desa Kranggan Kecamatan Krang­gan. Anggarannya berasal dari APBN 2014 yang dikelola satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum.
Tanah bakal lokasi rusunawa kata dia, sebelumnya merupakan bekas bengkok desa setempat, yang kondisinya agak berbukit-bukit. Sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk meratakan dan memadatkannya. “Pembangunan rusunawa tersebut akan dilakukan, setelah perataan dan pemadatan tanah bakal lokasi pembangunannya selesai beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Lanjut Supardiyono, biaya untuk meratakan tanah sekitar Rp 190 juta dari APBD perubahan 2013 lalu. Menurutnya, rusunawa tersebut direncanakan memiliki luas bangunan kurang lebih 20 x 60 meter persegi, dan terdiri atas lima lantai. Dengan luas dan bentuk bangunan seperti itu, jumlah unitnya adalah sebanyak 190. 
Rusunawa tersebut nantinya akan disewakan kepada warga, terutama yang kurang mampu dan belum memiliki tempat tinggal. Karena itu, tarif sewa yang akan dikenakannya direncanakan masih terjangkau oleh warga bersangkutan. “Pembangunan rusunawa tersebut tidak diorientasikan untuk mencari tambahan pendapatan asli daerah, namun yang utama adalah membantu perumahan bagi warga kurang mampu dan belum memiliki tempat tinggal, “ paparnya.
Dengan adanya rusunawa diharapkan mengurangi pembangunan rumah-rumah baru oleh warga dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif. Apalagi, saat ini, lahan pertanian produktif telah banyak berkurang akibat dimanfaatkan untuk perumahan-perumahan tersebut.
“Selain menyediakan rumah sewa yang layak bagi warganya, pembangunan rusunawa diharapkan ikut membatasi pemakaian lahan pertanian produktif untuk kepentingan perumahan warga, “ imbuhnya.
Papar dia, untuk membatasi penggunaan lahan produktif bagi perumahan sebetulnya pemerintah menyarankan warga membangun rumah susun atau rumah tingkat. Namun, untuk keperluan tersebut diperlukan biaya yang tinggi, sehingga tidak semua warga mampu. Dengan demikian rusunawa dinilai menjadi alternatif yang paling memungkinkan. (lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -