Rencana TPA Regional Mandek

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID— Rencana pembangunan TPA regional antara Pemkab dan Pemkot Magelang belum juga menemukan titik terang meski telah ada MoU antarkedua pemerintah daerah itu. Permasalahan mendasar ada pada penyusunan studi kelayakan (feasibility study) TPA regional yang belum ditentukan instansi pengampunya.       
”Selain itu, pembangunan infrastruktur pengangkutan sampah dari hulu ke hilir juga belum disusun. Saya berharap bisa segera diseriusi lagi,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) Kabupaten Magelang, Sutarno, kemarin.     
Belum lagi, katanya, pengadaan lahan seluas 14 hektare juga belum terealisasi. ”Sebenarnya pembahasan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah sudah dimulai dengan penandatanganan MoU antara Bupati Magelang, Wali Kota Magelang dan Pemrov Jateng pada 2013 lalu. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.     
Menurutnya, seluruh pihak seperti pemkab, pemkot dan pemrov supaya didukung pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Lebih lanjut dikatakannya, sejauh ini pola pengelolaan sampah kota dan kabupaten belum optimal.       
”TPA sampah di Desa Banyuurip, Tegalrejo di wilayah kabupaten dipenuhi setiap hari dari sampah Kota Magelang sekaligus kabupaten. Kondisi sekarang sudah overload,” terangnya.       
TPA regional bertujuan menampung sampah lebih banyak jika dibanding TPA Banyuurip seluas 3 hektare yang tinggal dua tahun lagi usia produktifnya. Setiap hari, sekitar 300-400 meterkubik sampah dibuang ke sini.
Secara teknis, dibutuhkan lahan minimal 14 hektare di TPA regional yang menampung sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) di tiga lokasi di Kota Magelang dan tujuh lokasi di Kabupaten Magelang.       
”Agar program ini berhasil, kami berharap pemprov segera membuat feasibility study. Di sini, pemkab bersedia mencarikan lokasi TPA sekaligus mengelolanya,” lanjut dia.       
Adapun model open dumping dalam pengelolaan sampah akan tetap dipakai. Untuk beralih ke metode lebih ramah lingkungan, instansi terkait terkendala pemilahan sampah di tingkat rumah tangga belum dapat berjalan efektif.
Kepala Bappeda Pemerintah Kota Magelang Joko Soeparno mengatakan, pembuatan TPA regional diyakini sebagai solusi atas permasalahan di TPA Banyuurip. Lokasi yang terletak di area pemukiman penduduk tidak laik untuk dipakai tempat sampah.     
”Tidak terdapat lahan layak di kota untuk tempat pembuangan sampah. Diharapkan TPA regional segera terealisasi. Kami juga terus mendorong pemprov segera turun tangan,” terangnya.     
Sejauh ini, pemkot terus melakukan optimalisasi tempat pembuangan sementara (TPS) terpadu yang ada di tiga titik. Yakni Wates, Tidar, dan Jurang Ombo. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -