Oknum Anggota Polsek Segera Disidang

414

Kasus Jual Beli Kapal Rp 2,5 M

PATI—Berkas perkara kasus dugaan penggelapan jual beli kapal antarpulau dengan tersangka Aipda S, anggota Polsek Jakenan Polres Pati, dilimpahkan penyidik Direktorat Reskrimum Polda Jateng ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, pekan lalu. Dalam waktu dekat, tersangka akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau 372 KUHP tentang penggelapan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati, Widodo Basuki SH mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan korban yakni Lina Widyanti Laeke, warga Klego, Boyolali. Diungkapkan, bermula dari proses pembelian kapal oleh tersangka seharga Rp 2,5 miliar. Pembelian tersebut sempat dicatatkan di Notaris Susiana di Juwana Pati. Saat itu, tersangka bermaksud membeli kapal tersebut untuk usaha ekspedisi.
Dalam perjanjian jual beli, tersangka menyatakan akan membayar dengan cara mencicil selama 20 bulan terhitung Januari 2012 sampai Agustus 2013 dengan cicilan sebesar Rp 125 juta per bulan.
‘’Namun menurut korban, tersangka tak pernah membayar cicilan sama sekali. Lalu tiga bulan sejak dia terima kapal, malah bermaksud dikembalikan dengan dalih rusak. Padahal selama tiga bulan itu kapal sudah dia gunakan,’’ katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polda Jateng dan berkas dinyatakan lengkap, kemudian diserahkan ke Kejari Pati berikut tersangka pada Senin (16/12). Kajari menegaskan, tersangka tak ditahan karena tersangka merupakan anggota Polri, sehingga dipastikan tak akan melarikan diri atau menghambat proses persidangan.
Terpisah, pihak korban menyayangkan tidak ditahannya tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati selaku penuntut umum. “Kalau tidak ditahan, berarti ada diskriminasi karena kebanyakan tersangka dengan pelanggaran pasal yang sama ditahan. Tersangka kami khawatirkan akan mempengaruhi saksi, atau menghilangkan barang bukti, bahkan bisa melarikan diri,’’ kata Adi Nurahman SH, kuasa hukum korban.
Tersangka Aipda Ssaat penyerahan berkas di Kejari Pati lalu tidak bersedia memberikan keterangan. ‘’No comment,’’ katanya singkat saat ditanya wartawan, sesaat keluar dari kantor Kejari Pati menuju ke Pelabuhan Juwana guna melihat barang bukti kapal. (smu)