Wilayah Atas Berpotensi Hujan

358

Wilayah Bawah Rawan Banjir

TAWANG MAS—Masyarakat Kota Semarang di jangkauan aliran sungai yang memilliki hulu di daerah atas seperti Ungaran, seperti Kali Beringin, diharapkan waspada. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang memprediksikan intensitas hujan di wilayah atas Semarang sangat tinggi, mencapai 100 milimeter per hari. Dan hal tersebut akan berdampak terhadap meningkatnya volume air sungai.
”Pertengahan Januari hingga awal Februari curah hujannya bisa mencapai 100 milimeter per hari. Artinya, dalam satu hari air hujan sebanyak 100 liter turun di tiap luas tanah satu meter persegi. Karena itu masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada. Terutama yang tinggal di daerah atas seperti Ungaran, Gunungpati dan Banyumanik,” kata Prakirawan BMKG Semarang, Rudi Setyo Prihatin, kemarin.
Menurutnya, perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim hujan tersebut. Apalagi Kamis (2/1) lalu, sudah mulai terjadi banjir di Kali Beringin akibat dari curah hujan daerah atas yang sampai 125 milimeter. Akibatnya ratusan rumah di Kelurangan Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu terendam air.
”Bencana yang diwaspadai untuk daerah atas seperti Gu­nungpati dan Mijen adalah tanah longsor. Sementara untuk warga daerah bawah harus mewaspadai bencana banjir,” katanya.
Dia menambahkan, untuk ketinggian ombak di perairan laut sebelah utara Jawa sekitar 0,5 sampai 2 meter. Sementara untuk sebelah selatan berkisar antara 2 sampai 3 meter dalam 7 hari ke depan. Ia mengimbau nelayan tradisional agar tetap waspada.
Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 hingga 31 derajat celcius. ”Bagi pengendara motor harus lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya karena jalan menjadi licin,” imbuhnya.
Pihak BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan kerusakan jalan akibat genangan air. Sebelum hal itu terjadi, aparat di lapangan perlu memberikan perhatian dengan rutin mengecek kondisi fisik jalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Iwan Budi Setiawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadi bencana longsor dan banjir. Baik menyiapkan sumber daya manusia tim penolong maupun logistik.
Kesiapan menghadapi bencana alam telah dilakukannya jauh hari sebelum datang musim hujan. Di antaranya sudah membentuk kelurahan siaga bencana di hampir setiap kelurahan yang termasuk rawan bencana. (zal/ton/ce1)