400 Orang Daftar Tiap Hari

401

MAGELANG—Minat masyarakat untuk mengikuti sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) tinggi. Nilai premi asuransi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cukup tinggi. Dalam sehari, pendaftar rata-rata mencapai 400 orang.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Magelang Afrizayanti mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menyikapi program JKN. Dia mengklaim pendaftaran BPJS di kantornya mencapai 300-400 orang per hari.
Dia mengatakan pemerintah daerah mutlak mengawal keikutsertaan peserta jamkesda di program JKN. Selain nilai premi yang harus disesuaikan, identitas tiap peserta juga harus komplit.
”Tidak bisa hanya dimasukkan berapa ribu jiwa ke BPJS. Tapi masing-masing peserta wajib disertai NIK. Kami menunggu kesiapan pemda antara tahun 2015-2016,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang mulai menyeleksi pasien peserta jaminan kesehatan daerah. Tingginya nilai premi asuransi di BPJS mengharuskan Dinkes memprioritaskan pasien berpenyakit kronis.
”Pada akhirnya, sistem JKN akan diadopsi dalam program jam­kesda. Seluruh pembiayaan program jamkesda ditanggung pemda yang bekerja sama dengan BPJS. Karena nilai preminya cukup tinggi, kemungkinan tidak akan seluruhnya dimasukkan alias bertahap,” kata Kabid Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Magelang, Amman, kemarin.
Di Kabupaten Magelang, Pemkab mencatat 166.813 jiwa masuk program jamkesda. Dari jumlah tersebut, pasien berpenyakit kronis dijadikan prioritas di BPJS, misalnya kategori penerima bantuan iuran (PBI).
”Dari rekam medis peserta jamkesda telah terdata, siapa saja yang sering cuci darah, kemoterapi, kelainan jantung dan penyakit berat lainnya yang butuh life saving. Ini yang akan dimasukkan ke BPJS pada 2015 mendatang,” terangnya.
Tanpa uluran bantuan, pasien penyakit kronis bakal terbebani dengan ongkos berobat. Misalnya biaya cuci darah yang mencapai Rp 800.000 sekali tindakan. Sementara, ongkos berobat pasien jamkesda lainnya tetap memakai sistem konvensional. Dikatakan Amman, keikutsertaan pasien ini ke BPJS menunggu kesiapan anggaran daerah. Di BPJS, premi asuransi Rp 19.225 per orang per bulan.
“Bertahap dulu. Diprioritaskan yang berpenyakit berat, karena premi untuk masuk BPJS mahal. Untuk tahun ini saja anggaran jamkesda dikurangi menjadi Rp 5,6 miliar dari tahun sebelumnya Rp 6 miliar. Bagi peserta jamkesda yang ditangani BPJS, hanya akan dilayani di kelas III,” kata dia.
Di bagian lain, sebanyak 480.703 jiwa peserta jamkesmas di Kabupaten Magelang secara otomatis masuk program BPJS per 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan Cabang Magelang mencatat pendaftaran peserta baru program JKN hingga kemarin sekitar 1.600 orang di luar peserta jamkesmas dan jamkesda asal Karesidenan Kedu, sejak dibuka per 1 Januari 2014. Mereka bebas memilih jenis pelayanan kesehatan di kelas III dengan premi Rp 25.500 per bulan, kelas II Rp 42.300 per bulan atau kelas I dengan premi Rp 59.500 per bulan. (vie/lis)