Pemkab Hanya Dijatah Parkir

325

MUNGKID—Kon­tribusi Taman Wisata Candi Bo­ro­budur ke Pe­merintah Ka­bu­pa­ten Magelang masih sangat minim meski jutaan wisatawan datang setiap tahunnya. Pemkab hanya mendapatkan jatah dari retribusi parkir.
Plt Ketua DPRD Kabupaten Ma­ge­lang Kuswan Haji mengatakan tingginya jumlah pengunjung di Candi Borobudur belum memberikan efek positif bagi Pemkab Magelang. Apalagi tidak ada pendapatan yang masuk ke kas daerah. ”Kita hanya dapat parkir yang besarnya Rp 250 jutaan,” kata dia.
Menurutnya, dalam era otonomi daerah sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 seharusnya pemerintah pusat memberikan keleluasan pengelolaan kepada pemerintah setempat. Sehingga dari aspek pendapatan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di Kabupaten Magelang. ”Dengan tidak mengesampingkan kelestarian candi tersebut sebagai aset kepurbakalaan,” katanya.
Kuswan menambahkan sudah banyak aspirasi masyarakat untuk meninjau ulang sistem pengelolaan Candi Borobudur. ”Banyak aspirasi masyarakat lewat DPRD. Kita sudah sampaikan kepada pemerintah pusat dan wakil rakyat di Senayan. Namun sampai hari ini kenyataannya belum ada solusi tindak lanjutnya,” ungkap dia.
Dia menjelaskan Candi Boro­bu­dur bukan hanya destinasi wisata biasa, karena pengelolaannya memiliki kepentingan pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan peninggalan budaya dunia. ”Untuk itu, pemanfaatannya yang pertama untuk ilmu pengetahuan, supaya sebanyak-banyaknya orang datang ke situ, agar memahami betapa besarnya bangsa ini,” kata dia.
Menurutnya, pemanfaatan Borobudur secara ekonomi tidak boleh menjadikan kerusakan kondisi kehidupan masyarakat setempat. ”Kepentingan ekonomi dari pengelolaan Borobudur tidak boleh menjadi tujuan, sehingga dirusaknya masyarakat di sini, tetapi menjadi out put, Dampak adanya kegiatan kebudayaan maka berdampak ekonomi,” terangnya.
Sebelumnya, diberitakan di tahun 2013 lalu, jumlah kunjungan ke Candi Borobudur masih cukup tinggi. Dari data kantor unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) ada lebih dari 3,3 juta wisatawan yang datang.
Jumlah itu meningkat sekitar 350 ribu wisatawan dari tahun sebelumnya. Pengunjung masih didominsi oleh wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 3.145.846. Kemudian wisatawan asing 216.215. (vie/lis)