Pemkab Hanya Dijatah Parkir

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Kon­tribusi Taman Wisata Candi Bo­ro­budur ke Pe­merintah Ka­bu­pa­ten Magelang masih sangat minim meski jutaan wisatawan datang setiap tahunnya. Pemkab hanya mendapatkan jatah dari retribusi parkir.
Plt Ketua DPRD Kabupaten Ma­ge­lang Kuswan Haji mengatakan tingginya jumlah pengunjung di Candi Borobudur belum memberikan efek positif bagi Pemkab Magelang. Apalagi tidak ada pendapatan yang masuk ke kas daerah. ”Kita hanya dapat parkir yang besarnya Rp 250 jutaan,” kata dia.
Menurutnya, dalam era otonomi daerah sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 seharusnya pemerintah pusat memberikan keleluasan pengelolaan kepada pemerintah setempat. Sehingga dari aspek pendapatan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di Kabupaten Magelang. ”Dengan tidak mengesampingkan kelestarian candi tersebut sebagai aset kepurbakalaan,” katanya.
Kuswan menambahkan sudah banyak aspirasi masyarakat untuk meninjau ulang sistem pengelolaan Candi Borobudur. ”Banyak aspirasi masyarakat lewat DPRD. Kita sudah sampaikan kepada pemerintah pusat dan wakil rakyat di Senayan. Namun sampai hari ini kenyataannya belum ada solusi tindak lanjutnya,” ungkap dia.
Dia menjelaskan Candi Boro­bu­dur bukan hanya destinasi wisata biasa, karena pengelolaannya memiliki kepentingan pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan peninggalan budaya dunia. ”Untuk itu, pemanfaatannya yang pertama untuk ilmu pengetahuan, supaya sebanyak-banyaknya orang datang ke situ, agar memahami betapa besarnya bangsa ini,” kata dia.
Menurutnya, pemanfaatan Borobudur secara ekonomi tidak boleh menjadikan kerusakan kondisi kehidupan masyarakat setempat. ”Kepentingan ekonomi dari pengelolaan Borobudur tidak boleh menjadi tujuan, sehingga dirusaknya masyarakat di sini, tetapi menjadi out put, Dampak adanya kegiatan kebudayaan maka berdampak ekonomi,” terangnya.
Sebelumnya, diberitakan di tahun 2013 lalu, jumlah kunjungan ke Candi Borobudur masih cukup tinggi. Dari data kantor unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) ada lebih dari 3,3 juta wisatawan yang datang.
Jumlah itu meningkat sekitar 350 ribu wisatawan dari tahun sebelumnya. Pengunjung masih didominsi oleh wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 3.145.846. Kemudian wisatawan asing 216.215. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -