Desak Pemkab Tindak Pencemaran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Pencemaran lingkungan yang dilakukan badan usaha dengan pembuangan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan diminta ditindak tegas oleh Pemkab Temanggung. Sebab, pencemaran lingkungan berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat dan dapat menyebabkan penyakit. Desakan tersebut disampaikan DPRD Temanggung mengingat sejauh ini penanganan pencemaran dinilai rendah.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Temanggung, Boedi Hartini mengatakan, adanya pencemaran lingkungan merupakan dampak dari tumbuh kembangnya industri yang semakin pesat, khususnya di daerah kawasan industri. “Agar menjadi perhatian akan adanya dampak pencemaran lingkungan dari limbah industri,” katanya.
Bagi industri yang berada di luar kawasan industri dan tidak sesuai dengan perda, apabila terjadi pengembangan agar pendapatkan perhatian khusus, yakni dalam kaitannya pengolahan limbah. Menurutnya, banyaknya badan usaha akan berdampak baik bagi perkembangan ekonomi, namun apabila pengelolaan limbah yang salah justru akan mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Sebelum hal tersebut menjadi problem besar bagi masyarakat dan pengelola industri, perlu dilakukan langkah antisipasi. Perlu alat yang berfungsi mendeteksi dini berapa besar dampak dan bahaya limbah bagi masyarakat. Selama ini penanganan sangat memprihatinkan sampai warga demo,” terangnya.
Terpisah, Kasi Penegak Perda, Satpol PP Temanggung, Cukup Sudariyanto, menambahkan, pihaknya sebagai penegak perda belum pernah mendapatkan rekomendasi dari SKPD terkait, yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk menertibkan perusahaan yang melanggar disiplin pengelolaan limbah. “Kami belum pernah terima. Kami hanya menunggu laporan dari masyarakat saja. Kalau sesuai dengan tupoksi, kami siap melakukan penindakan pelanggaran pencemaran tersebut,” terangnya.
Ia mengatakan, sejauhi ini, pihaknya juga tidak bisa melakukan pengukuran terhadap tingkat pencemaran berikut toleransinya. Dengan demikian, meskipun ditemukan adanya pelanggaran, namun karena tidak mengetahui standar dan tingkat pencemarannya, pihaknya tidak dapat mengambil tindakan. “Kami hanya bisa menunggu laporan dari masyarakat saja, atau pelanggaran yang memang sifatnya sangat mencolok,” tandasnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -