KDRT Dominasi Kasus Kekerasan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Dengan Korban Perempuan dan Anak

WONOSOBO—Angka kejahatan dengan korban kaum perempuan dan anak di Wonosobo masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2013 tercatat 39 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi adalah tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kemudian kasus persetubuhan atau pencabulan terhadap anak.
Menurut Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Sunarto, sepanjang 2013, Unit Perlindungan Pe­rempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Wonosobo mencatat ada 39 kasus yang melibatkan korban perempuan dan anak.
Dari jumlah tersebut, KDRT menempati jumlah terbanyak 17 kasus. Posisi kedua, persetubuhan terhadap anak mencapai 12 kasus, lalu pencabulan terhadap anak, dan pengeroyokan sebanyak 2 kasus. “Semua kasus ini yang terungkap selama satu tahun,” katanya.
Sunarto menjelaskan, selain kasus di atas, unit PPA juga menangani kasus pemerkosaan, perzinahan, pencabulan serta melarikan anak di bawah umur,
penghinaan dan membuang mayat bayi yang berjumlah masing-masing 1 kasus.
“Dari 39 kasus yang ditangani, 9 kasus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wonosobo, 15 kasus diselesaikan dengan mediasi bersama dengan UPIPA dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), 10 kasus masih dalam penyidikan, serta 5 kasus masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Sunarto mengatakan, dari kasus tersebut, kebanyakan jumlah korban merupakan anak berusia dibawah 17 tahun. Dari hasil penyidikan, terungkap pula modus yang dilakukan oleh para pelaku persetubuhan terhadap anak adalah dengan dalih suka sama suka.
“Hal ini tentulah sangat mem­pri­hatinkan. Mesekipun pemerintah telah mengantisipasinya dengan mengeluarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” katanya.
Sunarto mencontohkan, dalam pasal 81 ayat 1 Undang Undang Perlindungan Anak menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta.
“Namun ancaman hukuman yang sedemikian berat tersebut akan percuma jika tidak diimbangi dengan peran serta masyarakat, serta keluarga untuk memberikan penanaman paham agama yang kokoh guna pengendalian pergaulan bebas remaja,” ujarnya.
Dari sekian kasus ini, Sunarto menyarankan kepada masyarakat, terutama remaja berusia kurang dari 18 tahun untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan sehari-hari. “Kuncinya, jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal atau bahkan hanya melalui media sosial, apalagi dengan pacar, karena dampaknya sangat bahaya,” tandasnya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -