Pemkab Terima 6 Aduan Kecurangan

337

MUNGKID—Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan menerima enam laporan dugaan pelangggaran pilkades. Mulai dari pelanggaran administratif hingga money politics.
”Laporan ini ada yang tertulis dan masih lisan. Pelapor melaporkan belakangan setelah tahapan selesai. Istilahnya, munculnya belakangan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Magelang, Arry Widi Nugroho, kemarin.
Dia menjelaskan, enam desa yang sudah melaporkan adanya dugaan pelanggaran tersebut terdiri dari Desa Jogomulyo (Tempuran), Madyocondro (Secang), Ngawen (Muntilan), Blondo (Mungkid), Gondowangi (Sawangan), dan Sumberejo (Ngablak).
Menurut Arry, laporan yang disampaikan secara tertulis dan lisan tersebut beragam. Ada yang mengenai money politics, cakades tanpa ijazah, dan kekurangan administrasi. Arry menjelaskan, meski ada laporan dugaan pelanggaran dan juga permohonan untuk penundaan pelantikan kades, namun pihaknya tetap melaksanakan pelantikan terhadap 278 kepala desa se-Kabupaten Magelang. Dia meminta para pelapor untuk mengambil ranah hukum terkait dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan Kades terpilih.
”Kami tetap menunggu keputusan atau kekuatan hukum tetap. Hal itu sesuai dengan amanat pasal 54 ayat 5 Perda 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa,” paparnya.
Arry memaparkan, jika dari proses ke ranah hukum sudah ada keputusan hukum tetap bahwa laporan pelanggaran benar, maka pihaknya siap untuk memproses. “Bisa saja ada pencopotan jabatan kades, kalau memang itu terbukti dan sudah sesuai dengan proses hukum,” ulas Arry.
Sementara itu, Pj Kades Blondo, Budi Sulistio menyatakan, Kades Blondo terpilih, Suharto Udi, tidak memiliki Ijazah SMP. Padahal, ijazah merupakan salah satu syarat administrasi yang vital bagi cakades. Pihaknya, mengaku sudah melapor pada Kabag Tapem dan bupati.
“Namun, tetap dilanjutkan pelantikan dan kami diminta menyelesaikan ke ranah hukum. Kami menuntut beliau dicopot karena rawan konflik jika jabatannya diteruskan,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kades Blondo terpilih, Suharto Udi mengaku memiliki ijazah. Dia menolak jika diinformasikan tidak memiliki ijazah. “Saya ada (ijazah). Kalau tidak ada,kenapa saya dilantik,” tandasnya. (vie/lis)