Pengecer Tahan Penjualan Elpiji

357

MAGELANG—Keputusan pemerintah menaikkan harga elpiji Rp 1.000 per kilogram belum tersosialisasi menyeluruh ke tingkat masyarakat. Sejumlah pengecer memilih menahan dan ada juga yang menjual gas 12 kilogram dengan harga Rp 127 Ribu.
Erwin Sutiarti, salah seorang pengecer gas elpiji di Kota Ma­ge­lang mengaku juga belum me­ngetahui besaran penurunan harga di tingkat agen. Kendatipun demikian, dirinya juga belum bisa melayani pembelian karena stok tabung gas elpiji 12 kg, kosong. ”Kalau toh saat ini masih tersedia stok, saya tetap berencana menjual elpiji dengan harga seperti sebelumnya, Rp 127.500 per tabung,” ujarnya.
Harga gas elpiji 12 kg di sejumlah agen di Kota Magelang, sebenarnya sudah berangsur turun, dari sebelumnya Rp 134.000 hingga Rp 136.000 per tabung, saat ini turun menjadi Rp 90.000 hingga Rp 92.000 per tabung.
Khusus untuk tabung gas elpiji ukuran 3 kg, hingga kemarin, harga masih stabil pada Rp 16.000 hingga Rp 17.500 per tabung, naik dibandingkan harga sebelumnya, Rp 14.500 hingga Rp 15.000 per tabung. Hingga kemarin, sebagian besar konsumen masih mengeluh kesulitan mendapatkan tabung gas berukuran kecil ini.
Subelan, pengecer tabung gas elpiji di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang mengatakan, sekalipun masih memiliki elpiji 12 kg dengan harga lama, Rp 84.000 per tabung dari tingkat agen, dirinya tetap memilih untuk tidak menjual gas elpiji hingga agen menetapkan harga resmi terbaru. “Agar tidak merusak harga di pasaran, saya masih harus menyesuaikan harga elpiji stok lama dengan harga terbaru saat ini,” ujarnya.
Subelan memiliki enam tabung gas elpiji 12 kg, dan saat ini, tinggal tersisa tiga tabung yang terisi gas. Sebelumnya stok gas elpiji yang dibelinya pada bulan Desember tersebut, dijual Rp 92.000 per tabung. (vie/lis)