Pasutri Pembunuh Dibekuk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Pasangan suami istri dan salah seorang rekannya berhasil ditangkap petugas Kepolisian Resor Temanggung setelah buron selama empat bulan. Ketiganya terlibat dalam tindak pembunuhan berencana terhadap Dwi Wijayanto, 31, warga Sukun II Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik, Semarang di Desa Geblok Kecamatan Kaloran awal November lalu.
Penangkapan terhadap pasangan suami istri, masing-masing Teguh Waluyo, 20, dan Reni Astuti, 22, warga Dusun Rowo Desa Malebo Kecamatan Kandangan. Setelah keduanya ditangkap, dari hasil penyidikan yang dilakukan, petugas mendapatkan nama Nofi Suprihatin, 21, warga Dusun Babadan Desa Kemiriombo, Kecamatan Gemawang.
Nofi sebelumnya sempat buron dan melarikan diri ke Kalimantan se­telah mengetahui kedua rekannya ditangkap petugas. Kapolres Te­manggung, AKBP Dwi Indra Mau­lana, mengaku pada awalnya mengalami kesulitan menemukan pa­ra pelaku. Sebab, korban yang dibunuh tersebut dibuang tanpa meninggalkan kartu identitas dan petunjuk yang mengarah pada kor­ban dan pelaku.
“Kami berusaha untuk mengungkap jati diri korban, melalui beberapa media dan penempelan foto korban di berbagai penjuru Temanggung dan luar Temanggung akhirnya identitas korban terungkap kurang lebih satu bulan setelah ditemukannya korban,” katanya.
Kemudian kata kapolres, setelah identitas korban terungkap, petugas menyelidiki kebiasaan korban. Ternyata korban suka dengan dunia hiburan terutama di Bandungan, Semarang. “Dari situ terungkap, korban mempunyai masalah dengan sejumlah orang di salah satu tempat karaoke,” lanjutnya.
Penangkapan yang dilakukan terhadap pasutri Teguh dan Reni, adalah langkah pertama untuk mengungkap kasus ini. Pasangan suami istri ini adalah salah satu orang yang memiliki masalah dengan korban. Dari penyidikan yang dilakukan terhadap keduanya, petugas selain dapat mengorek kronologis kejadian, juga dapat menemukan nama pelaku lain yang kemudian kabur, Nofi Suprihatin.
“Dari keterangan pasutri ini kami bisa meringkus Nofi Su­pri­hatin setelah beberapa bulan kemudian. Karena Nofi ini melarikan diri ke Kalimatan Tengah dan Selatan, Nofi ditangkap saat berada di Sampit, Kalimantan Tengah kemudian dibawa ke Polres Temanggung untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” terangnya.
Ia menambahkan, terungkapnya kasus ini berkat kerja sama antaraparat keamanan dari berbagai daerah terutama antara Polda Jawa Tengah dengan Kalimantan Tengah dan Selatan. “Mobilitas Nofi ini sangat tinggi, kadang berada di Temanggung kadang di Kalimantan Tengah dan sering juga di Kalimantan Selatan, jadi cukup memakan waktu lama untuk menangkap Nofi ini,” ungkapnya.
Kapolres menuturkan, dari tempat kejadian dan dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, sebuah pisau dapur dan pisau lipat yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban, dan beberapa pakaian yang digunakan korban. Dari tangan tersangka disita, sepeda motor Suzuki Smash nomor polisi AA 5137 ZE, sebuah STNK atas nama Eko Diyah Mulyaningsih dengan nomor polisi H 3120 NZ, dan dua pelat nomor H 3120 ANG.
“Ketiga tersangka dikenakan pasal berlapis yakni, pasal 340 KUHP sub pasal 365 ayat 4 KUHP lebih sub pasal 338 KUHP lebih-lebih sub pasal 170 ayat (2) sub 3e KUHP, pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara,”pungkasnya.
Di depan awak media, pelaku Nofi Suprihatin mengaku usai membunuh tidak langsung kabur, tetapi berada di rumahnya dan beraktivitas seperti biasa. Namun, setelah mendengar kedua rekannya ditangkap, ia melarikan diri menuju tanah Borneo.
“Awalnya saya hanya di rumah saja membantu orang tua bertani, tapi setelah kedua teman saya tertangkap saya melarikan diri ke Kalimantan. Kadang di Kalimantan Tengah kadang di Kalimantan Selatan, tapi akhirnya saya ditangkap juga,” tandasnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -