Empat Truk Diterjang Lahar Dingin

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Banjir lahar dingin Gunung Merapi untuk pertama kalinya di tahun 2014 terjadi kemarin siang. Akibatnya empat unit truk penambang pasir terjebak dan diterjang banjir di Kali Pabelan tepatnya di Dusun Bakalan Desa/Kecamatan Sawangan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat kerusakan truk-truk itu. Keempat truk itu masing-masing nopol AA 1967 GB yang dikemudikan Muhfid, 20, warga Pabelan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, truk nopol H 1790 ER yang dikendarai Nurkholis, 35, warga Bawen Kabupaten Semarang, dump truk H 1835 AW yang disopiri Tukinan, 40, warga Kota Salatiga. Kemudian truk bernopol G 1976 yang dikemudikan Faizin, 40.
Keempat truk itu berada di satu lokasi. Hampir semuanya menderita kerusakan yang parah karena seluruh badan truk tertimbun material pasir dan batu. ”Tadi banjir datang itu sekitar pukul 13.20 siang. Kemungkinan besar banjir lokal karena di puncak Merapi hanya gerimis,” kata Hendri, relawan Guruh Merapi, kemarin.
Menurutnya, banjir kemarin berasal dari Kali Tringsing. Sementara hulu Sungai Pabelan yang lainnya yakni Sungai Apu, Senowo diketahui masih normal.
”Dari hulu Sungai Tringsing ini hanya kisaran 10 menit sampai ke sini airnya,” kata dia.
Muhfid, salah satu sopir truk mengatakan banjir terjadi dengan cepat. Belum sempat naik ke atas sungai truk yang dikemudikannya sudah terkena material banjir.
Tukinan, sopir truk lainnya mengaku kesulitan naik ke atas sungai karena antrean truk yang cukup panjang. ”Tadi kalau tidak antre saya bisa saja keluar,” katanya.
Saban hari, di lokasi tersebut ratusan truk mengambil pasir yang diambil menggunakan alat berat. Kemarin, ada tiga alat berat yang diketahui beroperasi di kawasan itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, banyak penambang yang tidak segera mengindahkan peringatan bahaya banjir lahar dingin. ”Padahal sudah diingatkan,” katanya.
Banjir lahar dingin ini, kata dia menunjukkan jika potensi ancamannya masih sangat tinggi. ”Ini baru berasal dari sungai lokal belum dari puncak Merapi. Artinya akan lebih bahaya lagi,” kata dia. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -