Rampas Perhiasan, Buang Korban di Luar Kota

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Kembali Berulah, Komplotan Perampok Lampung Dibekuk

Tiga perampok Lampung yang kembali berulah di Wonosobo berhasil ditangkap polisi. Modusnya, dekati korban, memaksanya masuk ke mobil pelaku. Lantas barang berharga milik korban dilucuti. Selanjutnya, korban dibuang di luar kota.

Kali ini, korbannya Wiwik Karti­ka­sari, 58, pemilik agen travel Rahayu Kampung Manglongsari Kelurahan Jaraksari Wonosobo. Polisi berhasil menangkap tiga pelaku di hotel di Bandungan Kabupaten Semarang.
Tiga pelaku komplotan tersebut adalah Erwin, 35, warga Jalan Abdi Negara Bawah,17/22 Kelurahan Gulak-Galik Kecamatan Teluk Betung Kota Bandar Lampung; Medy, 38, warga Kampung Bantar Kambing, 2/3 Kelurahan Bantar Jaya Kelurahan Rancabungur Kabupaten Bogor dan Fernando Simanjuntak, 26, warga Jalan Bakau Gang Dewi Sri, Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung.
Pelaku berhasil merampas perhiasan korban senilai Rp 22 juta terdiri atas kalung 23 gram, gelang 32 gram, serta HP Nokia. Modusnya, ketiga pelaku menumpang mobil mendekati korban kemudian dipaksa masuk ke mobil dirampas barangnya, lalu korban dibuang di Temanggung.
Menurut korban, Wiwik Karti­kasari, perampokan berlangsung pada 8 Januari lalu. Saat itu, sekitar pukul 08.30, dia baru saja selesai ikut senam aerobik di Rara Senam, depan Kampung Stasiun Wonosobo. Usai senam, dia membeli pulsa kemudian berjalan kaki bermaksud ke Rita Pasaraya, melalui depan Perpusda Wonosobo. “Saat lewat depan perpusda, tiba-tiba ada mobil mendekati saya,”katanya, kemarin (13/1) di Polres Wonosobo.
Dari mobil Avanza itu, kata Wiwik, keluar seorang pria yang mengaku kenal dengan suaminya, karena ada bisnis untuk membeli tanah di Wonosobo. Saat itu, dua orang pelaku memaksa Wiwik masuk ke mobil, alasannya meminta dia mengantar ketemu suaminya.
“Saya bilang saya tidak tahu urusan tanah, memang suami saya kadang bisnis tanah. Tapi saya digeret ke mobil,” katanya.
Karena dipaksa, Wiwik mengaku tidak bisa mengelak. Namun, saat mobil berjalan, dia mulai merasa ada yang tidak beres.
Karena mobil melaju ke arah timur dan meninggalkan kota Wo­nosobo menuju wilayah Te­manggung. “Saya berkali-kali nanya, rumah saya tidak jauh. Tapi katanya mau mengambil barang dulu di Pasar Kertek,” ujarnya.
Setelah meninggalkan Wo­no­sobo, kata Wiwik, dia mulai disiksa oleh para pelaku. Mu­ka­nya ditutup menggunakan jaket, pelaku lain mengambil semua perhiasannya meliputi kalung dan gelang emas, serta handphone.
“Saya mencoba melawan, tapi saya dipukul menggunakan besi pada muka, kepala dan kaki,” ujar Wiwik sambil menunjukan luka lebamnya pada beberapa bagian tubuhnya.
Wiwik mengaku, setelah perjalanan cukup jauh, jaket yang digunakan menutup mukanya dibuka, saat itu sudah sampai di Ambarawa. Kemudian mobil kembali menuju ke arah barat.
“Saya kemudian diturunkan di daerah Pringsurat, Temanggung, daerahnya sepi. Saya berupaya mengingat nomor kendaraan dan lapor polisi di Temanggung,” tuturnya.
Kapolres Wonosobo AKBP Agus Pujianto mengatakan, pada 9 Ja­nuari, pihaknya mendapatkan limpahan laporan dari Pol­res Temanggung. Setelah mempelajari modus perampokan, pihaknya langsung bekerja cepat untuk menangkap pelaku.
“Kami menyimpulkan polanya sama dengan komplotan rampok Lampung yang beberapa bulan lalu kami tangkap,” ungkapnya.
Dari kesimpulan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan di Bandungan Kabupaten Semarang. Berbekal nomor kendaraan yang dikenali korban, polisi menemukan kendaraan tersebut, di halaman Hotel Tanjungsari Bandungan. Ditemukan kendaraan bernomor B 1751 KKG pada pukul 01.00 pada 10 Januari.
“Kami langsung melakukan penyelidikan, dan menemukan tiga orang pelaku tengah tidur di hotel, kemudian kami bawa ke Wonosobo. Pelaku melakukan perampokan di sejumlah lokasi di Jateng dan Jogjakarta,” terangnya.
Modusnya, kata Agus, mende­kati korban di dekat bank, atau yang membawa perhiasan. Untuk korban Wiwik, barang yang dirampas meliputi kalung 23 gram, gelang 32 gram, serta HP Nokia. Total kerugian korban mencapai Rp 22 juta. sementara korban dipukul menggunakan besi kunci roda.
“Pengakuan para pelaku, Rp 16 juta sudah digunakan untuk minuman keras dan karaoke. Sebagian sudah dikirim ke pihak keluarga di Lampung,” tandasnya.
Agus mengatakan, setelah diperiksa, para tersangka me­ngaku sudah melakukan peram­pokan di beberapa lokasi di Wo­nosobo. Selain itu, juga melakukan di Semarang dan sejumlah daerah lain di Jateng dan DIJ. “Mereka pamit mengaku bekerja di Jawa, tiap tiga bulan sekali pulang kirim uang hasil rampokan,” imbuhnya.
Agus mengingatkan kepada masyarakat, untuk hati-hati dengan kasus serupa. Karena berdasarkan keterangan tersangka, mereka ada lima kelompok. Yang dua kelompok sudah ditangkap di Wonosobo, sedangkan tiga kelompok masih beroperasi di Jateng dan Jogjakarta.
“Tiga kelompok ini, masih kami buru, karena mereka bisa beroperasi di mana saja. Bermodal mobil rental, mereka mendekati korban dan memeras semua barangnya,” ungkapnya. (ali/lis)

Berita sebelumyaHarga Daging Ayam Naik
Berita berikutnyaBUMD Pasar Belum Siap
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -