Beri Motivasi, Rutin Kunjungi Keluarga Difabel

362

United Cerebral Palsy (UCP) Roda untuk Kemanusiaan Jogjakarta Getol Bantu Peralatan

United Cerebral Palsy (UCP) Roda Untuk Kemanusiaan (RUK) Jogjakarta, merupakan lembaga kemanusiaan yang memberikan bantuan kepada difabel. Salah satu programnya dilakukan di Wonosobo bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo. Seperti apa kegiatannya?

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

Memiliki anak difabel tak pernah terlintas dalam bayangan pasangan suami istri (pasutri) Sairin-Misriyah, warga RT 5 RW 2 Desa Bomerto, Kecamatan Kota Wonosobo ini. Namun, kehadiran buah hati mereka Ranu Wijaya, 8 tahun silam, yang mempunyai kemampuan berbeda, atau difabel, membuat mereka harus sabar dan telaten.
Selama 8 tahun itu pula, keduanya dengan ikhlas menjalani peran dan kewajiban sebagai orang tua dari Ranu yang mengalami lumpuh kaki, sejak usia 5 bulan. Berbagai daya dan upaya mereka lakukan. Bolak-balik ke rumah sakit maupun puskesmas pun dijalani, dengan penuh ketulusan, demi melihat buah hatinya sehat.
Secercah harapan tumbuh ketika Ranu masuk dalam daftar penerima uluran bantuan berupa kursi ruda khusus dari United Cerebral Palsy (UCP) Roda untuk Kemanusiaan (RUK) Jogjakarta, medio tahun 2013 lalu.
“Dengan kursi roda yang didesain khusus, sesuai dengan bentuk tubuh anak saya, bisa meringankan beban kami, ketika harus membawa Ranu ke rumah sakit untuk menjalani fisioterapi,” kata Sairin didampingi sang istri, Misriyah yang tengah menggendong anak bungsunya, sambil menjaga Ranu berada di kursi roda.
Tidak tampak guratan kesedihan lagi di wajah orang tua Ranu, ketika perwakilan UCP bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo mengunjungi mereka.
Terlebih, dalam kesempatan tersebut Agus Purnomo membawa beberapa paket bantuan untuk menunjang keseharian Ranu, seperti peralatan mandi, selimut, karpet, dan beberapa makanan tambahan untuk mendukung asupan gizi. Meski tak terucap secara jelas, wajah Ranu menyiratkan kegembiraan menerima bantuan tersebut.
“Kami berharap, bantuan ini mampu meringankan beban orang tua Ranu, dan bermanfaat bagi proses pengobatan Ranu, yang saat ini menjalani rawat jalan di RSUP Dr Karyadi Semarang,” harapnya.
Kepada Sairin dan Misriyah, Agus juga berpesan, agar menjaga dan merawat Ranu dengan ikhlas. Menurut Agus, dengan dikaruniai anak difabel seperti Ranu, keduanya justru tengah menapak jalan ke surga.
“Dengan ketulusan dan keikhlasan dalam merawat Ranu saya yakin, Tuhan juga akan memberikan ganjaran berlipat, karena anak merupakan amanah dari Tuhan kepada setiap orang tuanya,” ujarnya membesarkan hati suami istri itu.
Kepada keduanya, Agus juga menjelaskan adanya BPJS, yang merupakan kelanjutan program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dan jamkesda. Agus berharap Sairin dan Misriyah segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS, agar pengobatan Ranu juga akan semakin ringan.
“Kunjungan ke keluarga difabel ini, juga sebagai sarana sosialisasi agar mengetahui mengenai BPJS,” tuturnya.
Perwakilan UCP Wonosobo, Marfu’ah mengatakan, kunjungan ke rumah difabel ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kepada para penerima manfaat dari UCP. “Selain memotivasi para orang tua anak-anak penyandang disabilitas, home visit juga menjadi media evaluasi, sejauh mana pemanfaatan bantuan memiliki dampak terhadap anak-anak difabel,” terangnya.
Ke depan, kata Marf’uah, UCP juga akan memberikan bim­bing­­an dan pelatihan kepada para orang tua yang memiliki anak atau kerabat difabel. Hal itu, menurut Marfu’ah akan dila­kukan sebulan sekali di kantor Dinas Sosial.
“Diharapkan, dengan memiliki keterampilan dan keahlian dalam merawat anak difabel, setiap orang tua tidak lagi merasa terbebani dengan keberadaan mereka,”katanya. (*/lis)