Bila Rekahan Meluas, Sidosari Direlokasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Ancaman tanah retak di Desa Sidosari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang disikapi serius oleh pemkab setempat. Dalam waktu dekat tim ahli geologi akan diturunkan guna memantau ancaman bencana itu.
“Kami sudah menghubungi tim ahli geologi untuk melakukan kajian. Tim tersebut, akan mencari solusi dan pemicu gerakan tanah di Sidosari,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo.
Menurutnya, selain menghubungi beberapa ahli geologi, BPBD juga berkoordinasi dengan UGM, BPPTKG Yogyakarta dan PVMBG Bandung.
Nantinya, kajian yang dilakukan di wilayah Sidosari tersebut akan menjadi rekomendasi pihaknya untuk melakukan penanganan yang tepat.
”Konsultasi dan koordinasi itu sangat penting. Harapannya, ada rekomendasi tepat untuk mitigasi Agar penanganan tetap tepat dan menyelesaikan akar masalahnya,” kata Joko.
Apakah warga perlu direlokasi? Joko mengaku belum berani berspekulasi. Namun jika kondisinya makin membahayakan relokasi adalah salah satu solusinya.
Sebagaimana diketahui di Desa Sidosari terdapat rekahan tanah besar di dua dusun berpenghuni sekitar 800 warga. Dua dusun itu adalah yaitu Kranjang Lor I dan Kranjang Lor II.
Rekahan tanah dan rumah retak ini sebelumnya bermula pada tahun 2006, dan terus muncul setiap tahun hingga di musim hujan tahun ini. Pemicu awal keretakan tanah dikarenakan banyaknya kolam air di desa tersebut. Dasar kolam air yang tidak kedap mengakibatkan banyak air yang meresap ke tanah.
Menurut Joko, berdasar rilis yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebanyak 12 Kecamatan yakni Kajoran, Pakis, Windusari, Kaliangkrik, Salaman, Borobudur, Dukun, Sawangan, Ngablak, Grabag, Candimulyo, dan Tegalrejo, berpotensi terjadi gerakan tanah tingkat menengah-tinggi.
Sementara, enam kecamatan yakni Secang, Tempuran, Merto­yudan, Mungkid, Muntilan, berpotensi gerakan tanah tingkat menengah. Tiga kecamatan yakni, Ngluwar, Salam, Srumbung, berpotensi gerakan tanah tingkat menengah dan berpotensi terjadi banjir bandang.
”Utamanya daerah di pegunungan Menoreh dan Sumbing, memang rawan terjadi longsor dan gerakan tanah,” paparnya. Sebelumnya diberitakan, sebanyak 198 bangunan rumah milik warga di Dusun Kranjang Lor I dan Kranjang Lor II, Desa Sidosari, Kecamatan Salaman terancam retak dan longsor. Hal itu dikarenakan tanah di dua dusun tersebut merekah dan mengalami keretakan di tiga bagian.
Kepala Dusun Kranjang Lor I Khamid mengatakan, keretakan tanah itu menjalar dari utara ke selatan dengan lebar keretakan 20 sentimeter hingga 1 meter. Sementara panjang retakan mencapai 200 meter. Keretakan tanah di jalur II sepanjang 1.200 meter, dan jalur III sepanjang 300 meter. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -