Jaring Masukan Raperda Peternakan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Untuk mendapatkan masukan dalam rangka penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang peternakan dan kesehatan hewan, Komosi B DPRD Provinsi Jateng berkunjung ke Temanggung belum lama ini (10/1).
Rombongan Komisi B diterima oleh Wakil Bupati Irawan Prasetyadi didampingi Asisten Pemerintahan Pemkab Temanggung Harno Susanto dan pejabat terkait di ruang Gajah komplek Setda.
Pimpinan rombongan yang juga menjabat Wakil Ketua komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Kamal Fauzi menjelaskan, raperda tentang peternakan dan kesehatan hewan saat ini tengah disusun dan dibahas oleh komisi B Provinsi Jateng bersama instansi terkait. Diharapkan dengan adanya masukan dari daerah, raperda tersebut nantinya bisa aplikatif.
Wakil Bupati Irawan Prasetyadi menjelaskan, mayoritas penduduk Temanggung menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan peternakan. Maka, Pemkab terus berupaya mendorong agar sektor peternakan terus dikembangkan melalui berbagai program baik untuk ternak besar seperti sapi, domba dan kambing maupun unggas.
Diharapkan melalui pengembangan sektor peternakan, populasinya semakin bertambah banyak sehingga keejahteraan peternak meningkat. Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Slamet Sariono mengatakan, pengembangan peternakan disesuaikan dengan program pengembangan baik skala regional maupun nasional.
Temanggung saat ini sudah ditetapkan menjadai kawasan pengembangan ternak ayam cemani/kedu, sapi potong, domba, kambing perah maupun sapi perah. Khusus untuk domba dikembangkan di 20 kecamatan populasinya saat ini mencapai 281.000 ekor.
Sedang untuk peternakan unggas kurang berkembang karena disebabkan harga pakan maupun daging yang fluktuatif, sehingga peternak lebih banyak yang bermitra dengan pihak lain.
“Di bekas lahan galian C di Kledung seluas 5,1 hektare saat ini dibangun pusat pembibitan kambing dan pusat penelitian tanaman tembakau maupun hortikultura. Diharapkan dengan adanya proyek tersebut dunia peternakan semakin maju dan berkembang,“ tandasnya. (*/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -