Rumah Dinas Bupati Direstorasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Upaya Bupati Wonosobo Kholiq Arif untuk merestorasi atau mengembalikan ke bentuk semula, bangunan kompleks pendopo kabupaten dan rumah dinas bupati, tahun ini akan dilanjutkan. Proyek tersebut, diperkirakan menelan anggaran senilai Rp 3,7 miliar dari APBD kabupaten.
“Untuk anggaran restorasi bangunan komplek pendopo dan rumah dinas bupati, rencananya akan dilanjutkan kembali pada tahun ini,”kata Kepala Bagian Umum dan Protokoler Setda Wonosobo, Agus Wibowo kepada Radar Semarang kemarin (14/1).
Agus mengatakan, sebetulnya proses restorasi bangunan komplek pendopo kabupaten, sejak tiga tahun ini, sudah dimulai.
Namun dilakukan secara bertahap. Saat ini bangunan yang sudah direstorasi pada bagian belakang. Yang sebelumnya tertutup rapat, saat ini dibuat menjadi ruangan pendopo ter­buka. “Untuk bangunan pendopo, berdasarkan catatan seja­rah dibangun pada zaman Mataram,” katanya.
Sedangkan untuk rencana proyek tahun ini, kata Agus, akan direstorasi bangunan pada rumah dinas bupati. Sejumlah ruangan yang saat ini ada, akan diubah seperti bangunan lama yang dibangun Belanda. Selain ruangan, pada bagian atap juga akan dikembalikan. “Bagian atap, bangunan lama pakai genting, namun saat ini memakai genting cor-coran,” imbuhnya.
Sedangkan untuk bangunan pendopo depan, lanjut Agus, perubahan dilakukan pada beberapa tiang. Karena saat ini untuk tiang dalam pendopo, bukan berupa cor beton dilapisi kayu. Padahal berdasarkan keterangan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), bangunan tersebut peninggalan kerajaan Mataram. “Sebagai konsultasi dalam penentuan restorasi, kami lakukan dengan BP3 yang membidangi masalah ini,” ujarnya.
Untuk proses pembangunan itu, akan dimulai tahun ini. Anggaran sudah ditetapkan melalui APBD kabupaten. Sedangkan rumah dinas bupati, akan pindah ke Pesanggaran Selomanik. Ke depan, bangunan pendopo akan digunakan sebagai museum cagar budaya, sekaligus menjadi tempat menjamu para tamu penting.
“Seperti rencana, pendopo akan digunakan sebagai museum dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah,” tuturnya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -