Siapkan Sistem Layanan Kesehatan Terpadu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Kementerian Kesehatan Indonesia, terus memperbaiki sistem pelayanan kesehatan. Selain kebijakan jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dalam bidang kesehatan harus dibenahi. Rencananya Wonosobo akan dijadikan pilot project sistem layanan kesehatan terpadu.
“Kedatangan kami bersama tim kerja ke Wonosobo, didasari oleh keinginan untuk menjadikan Wonosobo sebagai pilot project sistem layanan kesehatan terpadu,” kata dr Umar Wahid SpP , Ketua Dewan Pembina Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), kemarin (15/1) usai melakukan diskusi dengan Bupati Wonosobo Kholiq Arif.
Umar Wahid yang merupakan adik kandung almarhum Gus Dur ini mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat. Hadirnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ternyata masih banyak diperdebatkan. “Tak hanya di masyarakat saja, tapi hingga di kalangan praktisi medis seperti dokter, perawat, dan bidan hingga rumah sakit-rumah sakit daerah pun masih belum sepenuhnya bisa memahaminya,” katanya.
Karena itulah, kata Umar, upaya untuk memperbaiki layanan kesehatan masih terus menjadi pembahasan di sejumlah pihak terkait. Salah satu upaya yang tengah dikaji secara mendalam, adalah sinkronisasi pelayanan kesehatan mulai tingkat puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit daerah. “Untuk keperluan tersebut, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Dirjen BUK) membentuk sebuah tim kerja yang ditugasi untuk melakukan analisa lapangan di seluruh Indonesia,” katanya.
Kepada Bupati Wonosobo, dr Umar Wahid menyebut bahwa kedatangannya bersama tim kerja didasari oleh keinginan untuk menjadikan Wonosobo sebagai pilot project sistem layanan kesehatan terpadu. “Sistem pelayanan kesehatan digagas Kemenkes, merupakan langkah maju untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif,” ujarnya.
Umar mengatakan, Wonosobo dipilih sebagai pilot project, alasannya karena melihat adanya komitmen bupati terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan sistem pelayanan publik. “Bupati Wonosobo juga tengah melakukan reformasi birokrasi. Hal ini terkait komitmen juga upaya peningkatan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Menanggapi niatan dr Umar, Kholiq mengaku sangat apresiatif. Kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr Oki Hapsoro MKes MMR, yang hadir bersama para kepala puskesmas dan jajaran pejabat terkait lainnya, bupati meminta agar langkah Kemenkes tersebut didukung dengan tindak lanjut yang nyata.
“Kepala Dinas Kesehatan, kami minta memimpin langsung tim kerja kabupaten yang akan bertugas menyusun konsep sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yang terintegrasi, mulai dari puskesmas, Dinas Kesehatan dan RSUD, hingga ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Kholiq menargetkan, agar pada tahun 2015 mendatang, sistem tersebut sudah siap diimplementasikan, sehingga masyarakat akan dapat menikmati layanan kesehatan yang optimal dan komprehensif. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -