Sidang Pembunuhan Dipadati Massa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Sidang kasus pembunuhan Gustian Sigit Prasetyo, 19, warga Jetis Ponggol, Tamanagung, Kecamatan Muntilan mulai digelar di Pengadilan Negeri Mungkid, kemarin. Kasus yang berbuntut kerusuhan antarwarga itu pun kemudian memicu massa untuk datang mengikuti sidang.
Selama persidangan yang di­pimpin hakim ketua, Sulistiyanto RB, didampingi Murdian Ekawati dan Wahyu Sudrajad itu, selain diikuti anggota keluarga dan kerabat korban, juga ada puluhan warga Ponalan. Meski begitu, sidang berjalan aman dan tertib di bawah pengamanan ketat puluhan anggota Polres Magelang yang berjaga di berbagai sudut gedung pengadilan.
Lima orang saksi diperiksa dalam sidang perkara dengan terdakwa Arif alias penyu, 22, warga Ponalan, Tamanagung, Muntilan. Masing-masing saksi adalah Wihada Putra, Wiyantoro, Slamet Widodo, Priambodo, serta Wahyu Nur Faizin.
Menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU), ZK Bagus CY, saksi Wihada Putra menceritakan insiden berdarah yang menelan korban jiwa (alm) Gustian Sigit Prasetyo di arena pentas musik organ tunggal di Ponalan, 24 Agustus 2013 sekitar pukul 23.00.
Awalnya, saksi melihat terdakwa akan memukul korban dengan kursi plastik. Niat itu dapat dicegah oleh saksi dan kawan-kawan. Lalu korban diajak pulang ke Ponggol. Tiba di pertigaan dekat stasiun Radio FM Gemilang, korban kembali lagi ke arena pertunjukan naik sepeda motor milik Wihada.
Merasa tak enak hati, Wihada segera menyusul meski harus jalan kaki sejauh kira-kira 1,5 km. Tiba di lokasi, saksi melihat korban tengah bersitegang dengan terdakwa di belakang pentas. Korban marah karena diminta memberikan miras lalu memukul terdakwa hingga terjatuh.
Saksi terkejut ketika melihat terdakwa memegang sebilah pisau. ”Saya berteriak mengingatkan korban, tetapi terlambat karena pisau di tangan terdakwa telah menembus dada korban hingga jatuh berlumuran darah,” kata Wihada Putra. Dengan sigap, saksi dan teman-temannya berniat membawa korban ke rumah sakit. Belum lagi motor melaju, tubuh korban tertimpa ”hujan batu” hingga terjatuh dari atas boncengan sepeda motor. Kendati dengan susah payah, korban dapat dibawa ke rumah sakit.
JPU ZK Bagus CY mengatakan, berdasarkan hasil visum dr Lipur Riyantiningtyas, dokter RSUP Dr Sardjito Jogjakarta tertanggal 18 September 2013, korban meninggal akibat luka tusukan di bagian dada menembus paru-paru.
Dalam perkara ini, JPU menjerat terdakwa dengan pasal berlapis. Dakwaan primer kesatu, melanggar pasal 338 KUHP dan dakwaan primer kedua pasal 354 ayat (2) KUHP. Sedang dakwaan subsider melawan pasal 351 ayat (3) KUHP. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -