Agus Prayogo Hanya Ditawar Rp 50 Juta

370

SEMARANG – Upaya PASI Jateng untuk mempertahankan pelari Agus Prayogo yang hendak hijrah ke Jabar memasuki babak baru. Sidang mediasi ketiga yang dilakukan Rabu (15/1) kemarin di kantor Badan Arbritase Olahraga Republik Indonesia (BAORI), Jakarta, tak menghasilkan keputusan apapun, sehingga proses berlanjut ke tahap sidang majelis.
Sekum PASI Jateng, Joko Pranawa Adi, mengatakan pada pertemuan tersebut, pihak Jateng diwakili dirinya dan Wakil Ketua Komisi Hukum KONI Jateng, Herman Susetyo. Sementara pihak Jabar diwakili oleh pengacara hukum Agus. Kedua pihak ditengahi mediator dari BAORI.
“Namun tidak ada keputusan. Malah ada hal menarik, lawyer Jabar berani menawarkan kompensasi Rp 50 juta untuk mengganti biaya kepindahan Agus dari Jateng ke Jabar. Saya kemudian bilang, kalau cuma Rp 50 juta saya bisa bayar sekarang dan saya minta Jabar cabut gugatan,” kata Joko kemarin.
Setelah itu, kata dia, kuasa hukum Agus tidak berani memutuskan dan akan bekonsultasi dengan KONI Jabar. Menurut Joko, apa yang dilakukan kuasa hukum tersebut adalah pelecehan bagi Jateng. Nilai tersebut bagi seorang atlet dengan reputasi internasional adalah jumlah yang kecil. “Ada daerah lain yang menawar hingga Rp 1 miliar. Namun sesuai dengan komitmen KONI Jateng, PASI tetap tidak akan melepas yang bersangkutan. Kompensasi yang ditawarkan Jabar itu kecil. Mungkin lawyer tidak tahu kalau olahraga itu bukan urusan yang ecek-ecek,” katanya.
Pihaknya kini menunggu kapan sidang majelis dijadwalkan. Dalam sidang tersebut Jateng siap menunjukkan bukti-bukti yang akan menguatkan bahwa Agus, peraih dua medali emas SEA Games 2011, masih resmi sebagai atlet Jateng. Keputusan yang dihasilkan dari sidang majelis adalah keputusan akhir yang harus diterima semua pihak.
Selain Agus, Jateng juga akan mempertahankan pelari peraih emas SEA Games 2013 Triyaningsih. Menurutnya status Triyaningsih sebagai atlet DKI Jakarta seperti yang tercantum dalam SK Kontingen SEA Games termasuk aneh, karena selama ini Tri–panggilan akrabnya–tak pernah mengajukan diri pindah ke DKI. “Soal ini masih akan diurus oleh Bidang Hukum KONI Jateng,” pungkas Joko. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.