Ajak Masyarakat Cegah Korupsi

341

WONOSOBO–Korupsi saat ini makin menggurita, tidak hanya lembaga pemerintah, namun aparat hukum juga terlibat di dalamnya. Salah satu langkah yang dilakukan Yayasan Semarang Corruption Watch (SCW), dalam menekan laju korupsi, adalah mendorong masyarakat terlibat dalam pengawasan. Dengan memahami celah tindak pidana korupsi.
“Selama lima hari ini, kami menggelar road show sosialisasi tentang pencegahan korupsi dalam Wawasan Empat Pilar Kebangsaan, di Kabupaten Pur­worejo, Temanggung, Wonosobo dan Magelang,” kata Anton H. Sunarto, Ketua SCW, saat semi­nar sehari kemarin (16/1) di Wonosobo.
Anton mengatakan, program ini dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2014, Yayasan Semarang Corruption Watch, bekerja sama dengan Dinas Kesbangpolinmas Pemprov Jawa Tengah, melakukan pendidikan pengawasan korupsi di sejumlah kabupaten. “Semua elemen organisasi masyarakat kami libatkan, dari pelajar, mahasiswa, kelompok perempuan dan organisasi lainnya,”katanya.
Dijelaskan, tujuan program road show, yakni meningkatnya pengetahuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mencegah tindak pidana korupsi yang berwawasan empat pilar kebangsaan, “Tujuannya mengedukasi masyarakat lokal, agar terlibat dalam pengawasan mencegah korupsi,” katanya.
Menurut Anton, keterlibatan ma­syarakat sangat penting, me­lalui keluarga, membangun model peran serta keluarga dan masyarakat guna mencegah praktik korupsi di wilayahnya.
“Korupsi sudah menjadi budaya, maka kontrol masyarakat dari induk organisasi terkecil yakni keluarga, sangat penting,” tandasnya.
Lebih lanjut Anton mengatakan, nilai-nilai bangsa saat ini, tengah dirongrong oleh perilaku koruptif yang menyebabkan cita-cita luhur para pendiri bangsa sulit untuk diwujudkan. Tindak pidana korupsi juga dapat memunculkan kerentanan konflik dalam masyarakat.
“Karenanya peran serta masyarakat, sangat dibutuhkan dalam pencegahan tindak pidana korupsi, sekaligus mencegah konflik komunal serta menjaga perdamaian,” paparnya.
Dalam forum tersebut, menghadirkan narasumber dr. Adriana Venny Lembaga Pemberdayaan Perempuan, Sujono mantan Deputi BKKBN, Lutfi Amin Kepala Inspektorat Wonosobo, Tri Antoro Kepala Bagian Humas Setda Wonosobo. (ali/lis)