Ajak Masyarakat Cegah Korupsi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO–Korupsi saat ini makin menggurita, tidak hanya lembaga pemerintah, namun aparat hukum juga terlibat di dalamnya. Salah satu langkah yang dilakukan Yayasan Semarang Corruption Watch (SCW), dalam menekan laju korupsi, adalah mendorong masyarakat terlibat dalam pengawasan. Dengan memahami celah tindak pidana korupsi.
“Selama lima hari ini, kami menggelar road show sosialisasi tentang pencegahan korupsi dalam Wawasan Empat Pilar Kebangsaan, di Kabupaten Pur­worejo, Temanggung, Wonosobo dan Magelang,” kata Anton H. Sunarto, Ketua SCW, saat semi­nar sehari kemarin (16/1) di Wonosobo.
Anton mengatakan, program ini dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2014, Yayasan Semarang Corruption Watch, bekerja sama dengan Dinas Kesbangpolinmas Pemprov Jawa Tengah, melakukan pendidikan pengawasan korupsi di sejumlah kabupaten. “Semua elemen organisasi masyarakat kami libatkan, dari pelajar, mahasiswa, kelompok perempuan dan organisasi lainnya,”katanya.
Dijelaskan, tujuan program road show, yakni meningkatnya pengetahuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mencegah tindak pidana korupsi yang berwawasan empat pilar kebangsaan, “Tujuannya mengedukasi masyarakat lokal, agar terlibat dalam pengawasan mencegah korupsi,” katanya.
Menurut Anton, keterlibatan ma­syarakat sangat penting, me­lalui keluarga, membangun model peran serta keluarga dan masyarakat guna mencegah praktik korupsi di wilayahnya.
“Korupsi sudah menjadi budaya, maka kontrol masyarakat dari induk organisasi terkecil yakni keluarga, sangat penting,” tandasnya.
Lebih lanjut Anton mengatakan, nilai-nilai bangsa saat ini, tengah dirongrong oleh perilaku koruptif yang menyebabkan cita-cita luhur para pendiri bangsa sulit untuk diwujudkan. Tindak pidana korupsi juga dapat memunculkan kerentanan konflik dalam masyarakat.
“Karenanya peran serta masyarakat, sangat dibutuhkan dalam pencegahan tindak pidana korupsi, sekaligus mencegah konflik komunal serta menjaga perdamaian,” paparnya.
Dalam forum tersebut, menghadirkan narasumber dr. Adriana Venny Lembaga Pemberdayaan Perempuan, Sujono mantan Deputi BKKBN, Lutfi Amin Kepala Inspektorat Wonosobo, Tri Antoro Kepala Bagian Humas Setda Wonosobo. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -