Dewan Desak Sosialisasikan BPJS

310

TEMANGGUNG—Kalangan DPRD Temanggung mendesak Pemkab setempat untuk menggelar lebih aktif sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat disebabkan lemahnya faktor sosialisasi.
“Gunakan media kreatif seperti poster, pamflet dan sebagainya selain pertemuan khusus. Kami sudah memanggil RSU, Dinas Kesehatan dan BPJS tentang program ini. Mereka mengaku memang sangat rendah tingkat pendaftaran,” kata anggota Komisi D DPRD Temanggung, Mudiyanto.
Ia mengatakan, tingkat partisipasi yang rendah tersebut dapat ditanggulangi dengan aktif menggelar sosialisasi. Sejauh ini laporan yang pihaknya terima baru satu kali menggelar sosialisasi dengan kalangan penerima sosialisasi yang terbatas. “Menggunakan media kreatif seperti poster akan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan itu akan berhasil,” terangnya.
Ia mengatakan, untuk proses sosialisasi tersebut, pihaknya berharap agar penyelenggara juga menggelar pertemuan dengan perangkat desa, bidan desa dan penyelenggara kesehatan lainnya di tingkat desa. Ia juga meminta kepada pihak yang telah menerima sosialisasi untuk melanjutkan kepada masyarakat. “Jangan berhenti sampai mereka saja,” tambahnya.
Ia memperhitungkan, apabila dengan tingkat pendaftar antara 30-50 orang per hari, maka hingga batas akhir pendaftaran 2015 mendatang belum dapat mengakomodasi semua masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan. “Harus ada terobosan kreatif sehingga tingkat partisipasi meningkat,” tandasnya.
Kepala Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Temanggung, Nur Khusaini, mengatakan, proses pendaftaran BPJS pada dasarnya tidak rumit. Para pendaftar hanya diminta untuk datang memberikan persyaratan berupa foto kopi KTP, KK dan foto diri berwarna ukuran 3 x 1 sebanyak 1 lembar serta mengisi formulir yang telah disediakan.
Namun, informasi tersebut belum sepenuhnya sampai kepada masyarakat karena baru sekali menggelar sosialisasi.
Para pendaftar program ini diakui masih sangat sedikit dan dibawah target yang telah dicanangkan. “Rata-rata harian antara 30-50 orang pendaftar,” katanya.
Di Temanggung sendiri secara keseluruhan sebenarnya sudah ada 50-60 persen warganya yang terdaftar dalam BPJS. Hitungan itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten, yakni secara otomatis PNS sebanyak 40.824 orang, TNI sebanyak 1.824, Polri 1.657 orang. Lalu masyarakat yang sudah terdaftar di jamsostek 7.834 orang, jamkesmas 29.1968.
Data tersebut kemungkinan akan terus bertambah mengingat ada rencana dari Pemkab Temanggung untuk memasukkan warga yang telah tercatat dalam Jamkesda sebanyak 67.547 orang. ”Jadi yang belum terdaftar ya dari masyarakat umum misal para pekerja pabrik, Kita berharap ada kesadaran masyarakat untuk segera mendaftar BPJS, jangan menunggu sakit dulu seperti sekarang. Alangkah lebih baik kalau semua anggota kelurga didaftarkan, karena bisa juga untuk konsultasi kesehatan meski tidak sakit sebagai upaya preventif,” tandasnya. (zah/lis)