Jalan Tembus Terganjal 7 Bidang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BALAI KOTA — Meski dana pembangunan jalan tembus Jalan Kartini hingga Jalan Gajah sudah dialokasikan 100 persen, namun pelaksanaan pembangunannya tidak bisa 100 persen. Karena sampai saat ini masih ada sejumlah bidang tanah warga yang belum terbebaskan.
”Anggaran pembangunan fisik sudah dialokasikan Rp 14 miliar oleh Dinas Bina Marga Kota Semarang. Tapi masih ada beberapa bidang tanah yang belum terbayarkan atau terbebaskan. Tapi itu tidak masalah, pengerjaan akan tetap berjalan dengan melewati bidang yang belum terbebaskan,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kota, Iswar Aminnudin, kepada Radar Semarang, kemarin (16/1).
Menurut Iswar, masih ada 7 bidang yang belum terbayarkan. Sementara dalam APBD murni 2014 tidak mengalokasikan anggaran untuk pembayaran ganti rugi tujuh bidang tersebut. Rencananya baru akan dianggarkan dalam APBD perubahan 2014.
”Jadi pengerjaan akan dilanjutkan pada 2015 setelah tujuh bidang terbebaskan. Sebenarnya kalau tujuh bidang ini selesai, dengan anggaran Rp 14 miliar bisa diselesaikan di tahun ini,” jelas Iswar.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah, Sukardi menjelaskan ada 10 bidang yang belum terbayarkan, tiga di antaranya sudah sepakat dan sisanya masih dalam pengkajian. ”Yang belum sepakat masih perlu dikaji ulang. Karena mereka masih meminta harga tinggi,” katanya.
Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga ini menambahkan, pemkot sebenarnya sudah bisa mengambil langkah konsinyasi, karena persentase pembebasan sudah mencapai 90 persen. ”Dari hasil evaluasi, ternyata secara keseluruhan hanya 100 bidang, sisanya fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Dari jumlah tersebut sekitar 90 bidang sudah terbayarkan,” ujarnya.
Anggaran pembebasan tahun 2013 sebesar Rp 51 miliar hanya terserap sekitar Rp 23 miliar. ”Kami sebenarnya sudah ingin menempuh konsinyasi di pengadilan, tapi karena kemarin waktunya pendek, akhirnya dana tersebut dimasukkan ke dalam khas daerah,” imbuhnya.
Namun pihaknya tetap akan menempuh jalur konsinyasi jika dalam perubahan anggaran nanti warga tidak juga sepakat. Dalam perubahan akan mengalokasikan dana Rp 2,5-3 miliar untuk tujuh bidang tersebut. ”Memang dalam APBD murni ini tidak dianggarkan, karena waktu itu kami yakin selesai semua. Ternyata masih ada yang bermasalah. Tapi kalau sampai anggaran perubahan tidak terserap karena warga tidak sepakat, terpaksa akan menempuh konsinyasi,” tandasnya. (zal/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -