Jalur Khusus Difabel Minim

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, membagikan sebanyak 45 unit kursi roda bagi penyandang cacat di halaman kantor setempat, Kamis (16/1) kemarin. Pemberian kursi roda ini hasil kerja sama dengan Universal Celebral Palsy (UCP) kursi roda untuk kemanusiaan, Jakarta. Pemberian ini merupakan kali kedua bagi Dinas Sosial (Dinso) setempat.
Namun di Kabupaten Temang­gung dengan tingkat penyandang difabel tidak didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana publik untuk kalangan ini. Fasilitas umum yang seharusnya dapat dinikmati oleh kaum difabel masih belum sempurna seperti jalur pedestarian hingga toilet umum.
Aria Purba, staf bagian perencanaan Dinas Sosial Kabupatenn Temanggung, disela-sela pemberian bantuan tersebut, mengatakan, pemberian tersebut dilakukan secara bertahap, yakni pada hari ini, Kamis (16/1) diberikan kepada 25 penyandang cacat (25 unit), sedangkan hari Jumat (17/1) diberikan kepada 20 penyandang cacat (20 unit).
”Sebanyak 45 kursi roda tersebut diterimakan bagi penyandang cacat yang tersebar di 13 kecamatan. Namun, setiap ke­camatan jumlah penerima tidak sama,” katanya.
Dia menjelaskan, sebelum dibagikan terlebih orang tua (keluarga) penyandang cacat diberikan pelatihan cara perawatan dan pemakaian.
Pasalnya, kalau tidak diberikan kursus kilat terlebih dulu dikhawatirkan mereka tak bisa mempergunakannya, sehingga barang itu cepat rusak jika digunakan serampangan. ”Pelatihan bagi keluarga penting. Jangan sampai memasang dudukan terbalik hingga tak nyaman bagi penyandang,” terangnya.
Aria memaparkan, pemberian kursi roda itu dimaksudkan untuk mobilitas para penyandang cacat agar lebih mandiri, dan tidak selalu tergantung kepada orang lain.
”Dengan kursi roda itu, orang tua tak perlu lagi menggendong-gendong bila tengah jalan-jalan atau bepergian, tapi cukup mendorong saja,” kata Aria.
Hanya saja, berbagai jalan ataupun gedung (perkantoran) di daerah ini masih minim bagi penderita cacat, termasuk trek khusus bagi penyandang cacat kursi roda.
Bahkan, katanya, di kantor dinas sosial sendiri fasilitas trek khusus penyandang cacat masih sangat minim. Dari kantor yang menuju ke mushola, misalnya, belum ada trek khusus atau jalan masih bertangga (undakan), sehingga kesulitan dilewati bagi penyandang cacat.(zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -