Santunan Kecelakaan Naik 150 Persen

328

WONOTINGAL — Jasa Raharja berencana menaikkan jumlah santunan kepada korban kecelakaan di jalan hingga 150 persen. Hal itu dilakukan, mengingat biaya perawatan di rumah sakit terhadap korban kecelakaan lalu lintas selalu meningkat setiap tahunnya.
”Rencana itu sudah sampai tahap menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan yakni dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri saja. Hal ini tentunya akan menguntungkan masyarakat,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Jateng, Hairul Aswan kepada sejumlah media saat temu media di Kantor Jasa Raharja Jateng, Kamis (16/1) kemarin.
Rencana kenaikan santunan 150 persen tersebut untuk korban yang meninggal dunia dan korban akibat kecelakaan mengalami cacat tetap. Sedangkan biaya perawatan rumah sakit dan biaya pemakaman naik 100 persen.
Dengan kata lain, tuturnya, jika rencana kenaikan santunan ini disetujui maka santunan meninggal dan cacat tetap menjadi Rp 25 juta dari sebelumnya hanya Rp 10 juta. Sedangkan biaya perawatan naik 100 persen, menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 5 juta, dan biaya pemakaman dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta.
”Kenaikan santunan untuk kategori kecelakaan lalu lintas darat dan laut. Sementara kecelakaan udara masih tetap, hanya ada kenaikan pada santunan biaya pemakaman yang besarnya sama, yakni dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta,” tandasnya.
Hairul menjelaskan meski saat ini telah ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh jaminan kesehatan, namun biaya rumah sakit untuk korban kecelakaan lalu lintas masih menjadi tanggung jawab Jasa Raharja.
”Dalam UU BPJS itu salah satunya mengatur Jasa Raharja tetap menjadi penanggung utama dari kecelakaan kendaraan. Jadi biaya RS ditanggung oleh Jasa Raharja terlebih dahulu, jika ada kekurangan ditanggung oleh BPJS. Namun sampai saat ini belum ditetapkan mekanisme pembayaran biaya RS bagi kecelakaan kendaraan untuk menghindari santunan ganda, yakni dari Jasa Raharja maupun BPJS,” jelasnya.
Selain berencana menaikkan biaya santunan, Jasa Raharja juga lebih aktif membantu masyarakat yang mengalami kecelakaan. Yakni dengan cara proaktif mendatangi korban untuk memberikan klaim santunan. ”Jadi tidak perlu repot lagi. Prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan yang maksimal, sehingga korban tidak perlu lagi datang ke kantor Jasa Raharja untuk mendapatkan klaim santunan,” tandasnya.
Hairul membeber, nantinya Jasa Raharja akan membentuk petugas Mobile Service yang bertugas mendatangi korban kecelakaan kendaraan. Sehingga prosedur akan lebih cepat ditangani. Petugas mobile service ini bertugas di lapangan baik di lokasi kejadian maupun rumah sakit.
”Kami sudah sediakan motor dan boks untuk petugas mobile service ini. Namun yang masih perlu dilakukan oleh korban ataupun keluarganya adalah melapor kepada kepolisian saja. Sebab itu sudah aturan baku sebagai syarat pencairan klaim santunan Jasa Raharja,” tambahnya.
Dari Jasa Raharja, pembayaran santunan yang sudah diberikan dalam kurun waktu 2009-2013 saat ini mencapai Rp 1,167 triliun. Rinciannya korban meninggal dunia Rp 640,720 miliar, cacat tepat sebesar 13,165 miliar, perawatan Rp 512, 591 miliar dan pemakaman Rp 1,056 miliar.
Saat ini di Jateng sudah ada 89 RS yang sudah menjalin kerja sama dengan Jasa Raharja, baik swasta maupun negeri. Selain itu, telah ada 9 kantor pelayanan dimana setiap kantor dilengkapi petugas mobile service. (bud/ida/ce1)