Bocah SD Tenggelam di Kubangan Galian C

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSARI — Ini bisa menjadi pelajaran bagi orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain. Jangan sampai bernasib tragis seperti yang dialami Luki Felik, 8, warga Wonosari RT 6 RW 8, Ngaliyan, Semarang.
Bocah SD itu tewas tenggelam di kubangan bekas galian C di Wonosari RT 5 RW 8, Ngaliyan, Kamis (16/1) sekitar pukul 12.00 lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Semarang menyebutkan, nasib nahas itu bermula saat korban dan lima temannya datang ke lokasi bekas galian C untuk berenang. Kebetulan di lubang bekas galian C itu digenangi air setelah kawasan tersebut diguyur hujan.
Sejumlah warga membiarkan anak-anak itu bermain di sekitar lubang. Selama ini, lokasi itu kerap digunakan berenang anak-anak. ”Sering pada bermain di sana, jadi warga sudah tidak khawatir,” kata Haryanto, 36, warga Wonosari, Ngaliyan.
Begitu sampai lokasi, korban dan seorang temannya langsung terjun ke dalam lubang bekas galian itu. Disusul teman lainnya. Mereka tampak asyik berenang. Namun selang beberapa menit kemudian, terdengar suara teriakan dari sekitar lokasi yang mengatakan temannya tenggelam.
Mendengar itu, Haryanto dan sejumlah warga sekitar berlari ke arah suara. Saat sampai di lokasi, mereka lantas terjun dan mencari korban. ”Saat ditemukan korban masih sempat bernapas. Lalu dibawa ke RS Tugurejo. Namun di tengah jalan, nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Ngaliyan. Tak berselang lama, sejumlah petugas Polsek Ngaliyan dan Tim Inafis Polrestabes Semarang datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
”Dugaan kuat korban terlalu ke tengah dan tidak bisa berenang. Akhirnya tenggelam dan tewas,” kata seorang petugas Polrestabes Semarang. (fth/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -