Klaster Sapi Dikucur Rp 67 Miliar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Program budidaya sapi perah dan sapi potong di Kabupaten Semarang dikucuri dana kredit hingga Rp 67 miliar. Kredit diberikan oleh BRI Ungaran dan Bank Jateng dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini.
Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Wilayah V, Marlison Hakim mengatakan, khusus untuk klaster sapi perah secara kumulatif total kredit yang diterima mencapai Rp 47 miliar. Dan sisanya Rp 20 miliar kredit diserahkan kepada klaster sapi potong. ”Ini merupakan bagian dari program pengembangan klaster sapi di Kabupaten Semarang, yang digagas oleh Bank Indonesia dengan menggandeng pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Badan Pertanahan Nasional, dan perbankan, yang mulai dilakukan sejak 2011 lalu,” katanya.
Menurutnya, kredit untuk peternak sapi perah dikucurkan kepada 1.050 pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) ’Banyu Aji’ selaku manajemen klaster. Sedangkan untuk kredit bagi peternak sapi potong dikucurkan kepada 960 pelaku usaha yang tergabung dalam Villa Sapi selaku manajemen klaster. ”Melalui sistem klaster ini, perbankan relatif aman dalam mengucurkan kredit kepada peternak. Kalau tidak ada klaster, bank-bank tidak berani masuk,” ungkapnya.
Account Officer BRI Cabang Ungaran, Andy Supriyanto menambahkan, BRI telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 42 miliar kepada para peternak sapi. Adapun khusus di tahun 2013, disalurkan kredit senilai Rp 13 miliar. ”Tahun 2014 ini kami menargetkan penyaluran kredit kepada para peternak sapi di Kabupaten Semarang bisa meningkat antara 15-20 persen lagi,” imbuhnya.
Andy mengaku, potensi pasarnya kredit untuk peternak masih sangat terbuka. Apalagi melalui kelompok tani dalam sistem klaster yang cukup memudahkan perbankan untuk memonitor manajemen keuangan dari kredit yang disalurkan. ”Sejauh ini tingkat kredit bermasalah atau NPL-nya masih sangat terjaga,” jelasnya. (aln/jpnn/smu/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -