Pembangunan Tower BTS Diprotes Warga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN—Warga RT 1 RW 2 Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Ungaran, Kabupaten Semarang, mengeluhkan adanya pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) di lingkungan mereka.
Warga menduga, pembangunan tower tidak ada pemberitahuan dan kompensasi gangguan kepada warga sekitar.
Selain dikeluhkan warga, pembangunan tower setinggi 27 meter, diduga belum mengantongi izin. Meski begitu, pembangunan tower BTS tersebut, dibiarkan saja oleh petugas satpol PP sebagai penegak peraturan daerah. Padahal, lokasi pembangunan tower, berada di seberang jalan, tepat di depan kantor satpol PP.
Pantauan Radar Semarang, pembangunan tower BTS tersebut, sedang berlangsung. Bahkan, pembangunan pagar dan konstruksi pondasi sudah selesai. Rencananya, dalam beberapa hari ini, konstruksi menara berbahan baja setinggi 27 meter akan dipasang. Tower berada sekitar 10 meter dari as jalan perkotaan di Ungaran.
Sunarko, 65, warga RT 1 RW 2 Lingkungan Karanganyar, Ungaran, mengaku tidak pernah ditembusi pembangunan tower BTS tersebut. Malah, klaim dia, kompensasi gangguan keberadaan BTS juga tidak pernah diterimanya.
Sunarko merasa ada ketidakberesan. Sebab, warga yang lokasinya jauh dari BTS, justru mendapatkan kompensasi. Sedangkan ia dan warga lain, Ning Muryati, yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter, tidak mendapatkan pemberitahuan dan kompensasi apapun.
“Kalau tidak ada kompensasi, saya akan marah. Sebab kalau ada apa-apa, misalnya roboh, tentu kami yang rugi,” ujar Sunarko, Jumat (17/1) pagi kemarin.
Pengawas pekerja pembangunan, Suyatno, 30, menjelaskan, tower tersebut akan dibangun setinggi 27 meter. Soal perizinan, Suyatno mengaku tidak tahu. Ia beralasan, masalah itu sudah ada yang mengurus.
“Soal perizinan dan kompensasi warga, saya tidak tahu karena itu sudah ada yang mengurusi. Saya hanya mengawasi pekerjaan untuk pondasi ini. Rencananya tinggi tower 27 meter dengan konstruksi tower pohon (berbentuk seperti batang pohon).”
Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengklaim, pihaknya belum mengeluarkan perizinan untuk pembangunan tower BTS seluler di lingkungan Karanganyar. “Kami belum mengeluarkan perizinan, kami akan berkoordinasi dengan satpol PP. Semestinya penegak Perda bisa langsung bertindak menghentikan.” (tyo/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -