Pencuri Material Huntap Diringkus

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID—Tindakan sembilan warga Desa Sukorini Ke­ca­matan Muntilan ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana tidak bukannya turut membantu korban banjir lahar dingin, mereka justu mencuri material hunian tetap (huntap) untuk para korban.
”Para pelaku ini justru adalah warga yang tinggal di sekitar huntap (di Dusun Semawe Desa Sokorini Kecamatan Muntilan),” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika, kemarin.
Kapolsek mengaku awalnya menerima laporan adanya kehilangan sejumlah material untuk bangunaan huntap. Utamanya adalah pintu. ”Karena dicuri ini, pembangunan sempat terhambat,” kata dia.
Polisi akhirnya menangkap Slamet, 34; Irvan, 24; Saiful, 24; Harwanto, 25; Mursidi, 26; Wahyudi, 29; dan Fredi Purdana, 29. ”Sementara dua lainnya yakni Jupri, 61, dan Sarmudi, 65 adalah penadah,” ungkap dia. Dari tangan para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya 18 pintu huntap. Menurut Gede pencurian pintu huntap ini dilakukan pertama kali oleh penjaga malam huntap Semawe yakni Slamet. Modus yang digunakan adalah mengambil pintu dan bahan bangunan huntap di gudang.
Aksi Slamet ini kemudian diikuti oleh enam warga lain. Meski para pelaku satu kampung namun mereka beroperasi dalam empat kelompok berbeda. Diduga pintu yang sudah dijarah lebih banyak lagi.
”Kami sudah menyita 18 pintu, ada laporan masih ada pintu lagi yang dikembalikan pencuri ke lokasi huntap. Mereka ketakutan setelah para pelaku kita tangkap,” tambah Kanit Reskrim AKP Tri Hadi Utoyo.
Salah satu pelaku Slamet mengaku dirinya menjual pintu kayu mahoni seharga Rp 100 ribu per daun pintu. Atas perbuatan ini, Slamet dkk diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 8 tahun penjara. ”Saya jual Rp 100 ribu untuk beli rokok. Sebenarnya kasihan juga para korban lahar itu,” kata Slamet. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -