Taklukkan Trek Menantang di IEC

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG—Event ketrampilan mengendarai trail bertajuk ‘Indonesian Enduro Championship’ digelar di Lapangan Rindam Kodam IV Diponegoro, Sigarbencah, Tembalang, Semarang. Event otomotif ini mampu menyedot perhatian peserta. Cukup banyak pembalap dari Semarang dan sekitarnya datang untuk berlaga.
Jalur di IEC cukup menantang. Malai lintasan motocross, ditambah rintangan berupa kayu gelondong, ban mobil, batu dan juga genangan air. Meski hujan terus mengguyur Kota Semarang kemarin, tak menyurutkan nyali apra pembalap untuk membuktikan diri.
“Lintasannya ekstrem banget, terutama yang rintangan balok kayu. Karena hujan, licin banget, jadi sulit ditaklukkan,” kata rider dari tim Penggaron Moto Adventure, Teo Bayu. Mampu melahap dua lap hingga finish saja sudah membuat Teo puas. Terlebih, dia lolos ke babak final, yang akan dilanjutkan Minggu (19/1) hari ini. “Tadi finish ke tujuh, nomor terakhir yang masuk final besok (hari ini, Red),” tutur Teo.
Panitia kejuaraan, Noor Kholis, mengatakan pada hari pertama, kejuaraan ini diikuti oleh 267 rider, dari berbagai kota di Indonesia. Terdapat sembilan kelas, dari total 12 kelas yang dilombakan. Kholis menjelaskan, bahwa memang medan IEC ini dibuat sulit. Selain sirkuit ala motocross, pembalap diberikan jalur yang licin dan single track. Apalagi waktu itu hujan masih mengguyur Semarang tentu menambah licin. Selain jalur licin, pembalap juga diberikan rintangan yang tidak kalah sulitnya yaitu sirkuit dengan rintangan berupa jalur tanjakan dan jurang maupun kolam buatan yang disambung dengan tikungan tajam. “Variasi dan rintangan di IEC sangat menantang. Jadi skill yang mumpuni tidak cukup untuk lolos. Harus juga dibentengi dengan fisik kuat dan emosi yang stabil,” tandasnya. (bud/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -