Bawakan Tari Topeng di Singapura

366

KALIBANTENG KULON—Sanggar tari Greget Kota Semarang kembali akan mewakili Indonesia ke mancanegara. Sanggar yang dipimpin Yoyok Priyambodo ini akan tampil dalam pergelaran tari parade Cingay di Singapura 7-8 Februari mendatang. Sebanyak 32 penari disiapkan untuk menari Topeng.
Yoyok mengatakan, pergelaran tari Topeng ini merupakan ungkapan jiwa tentang berbagai kehidupan manusia yang penuh nilai-nilai budaya, mistis, magis, kebaikan, kejahatan, kesedihan, kesenangan dan adanya sebuah harapan. “Jadi tarian ini merupakan perpaduan gerak dengan topeng serta tetabuhan gamelan yang dikemas dalam satu arak-arakan atau pawai seni tradisi kerakyatan masyarakat Jateng,” katanya dalam wisuda sanggar Greget kelompok anak dan dewasa di Museum Ranggawarsita Semarang, Sabtu (18/1).
Makna tarian ini, katanya, menggambarkan peradaban masyarakat Jawa Tengah dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pembangunan Indonesia sejahtera, adil dan makmur. Tarian ini disajikan dengan iringan musik gamelan yang dikolaborasikan dengan gendering, simbal, dan rebana.
Dalam kegiatan wisuda, siswa anak-anak menampilkan tari Warak Dugder dan Turangga Rimang. Sedangkan kelompok dewasa membawakan tari Yaik, Rebana Pancawarna, Semarang Indah, dan Batik.
Tari Semarang Indah berkisah tentang keberadaan kota Semarang yang memiliki keindahan alam meliputi wilayah perbukitan, pantai, pertanian, dan perniagaan atau pertokoan dengan aktifitas pembangunan yang berkelanjutan. “Ini terinspirasi dari budaya gerak tarian dan gending serta lagu masyarakat kota Semarang yang terdiri dari berbagai etnis yang pernah tinggal di kota Semarang,” katanya. (hid/ton)