Bawakan Tari Topeng di Singapura

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KALIBANTENG KULON—Sanggar tari Greget Kota Semarang kembali akan mewakili Indonesia ke mancanegara. Sanggar yang dipimpin Yoyok Priyambodo ini akan tampil dalam pergelaran tari parade Cingay di Singapura 7-8 Februari mendatang. Sebanyak 32 penari disiapkan untuk menari Topeng.
Yoyok mengatakan, pergelaran tari Topeng ini merupakan ungkapan jiwa tentang berbagai kehidupan manusia yang penuh nilai-nilai budaya, mistis, magis, kebaikan, kejahatan, kesedihan, kesenangan dan adanya sebuah harapan. “Jadi tarian ini merupakan perpaduan gerak dengan topeng serta tetabuhan gamelan yang dikemas dalam satu arak-arakan atau pawai seni tradisi kerakyatan masyarakat Jateng,” katanya dalam wisuda sanggar Greget kelompok anak dan dewasa di Museum Ranggawarsita Semarang, Sabtu (18/1).
Makna tarian ini, katanya, menggambarkan peradaban masyarakat Jawa Tengah dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pembangunan Indonesia sejahtera, adil dan makmur. Tarian ini disajikan dengan iringan musik gamelan yang dikolaborasikan dengan gendering, simbal, dan rebana.
Dalam kegiatan wisuda, siswa anak-anak menampilkan tari Warak Dugder dan Turangga Rimang. Sedangkan kelompok dewasa membawakan tari Yaik, Rebana Pancawarna, Semarang Indah, dan Batik.
Tari Semarang Indah berkisah tentang keberadaan kota Semarang yang memiliki keindahan alam meliputi wilayah perbukitan, pantai, pertanian, dan perniagaan atau pertokoan dengan aktifitas pembangunan yang berkelanjutan. “Ini terinspirasi dari budaya gerak tarian dan gending serta lagu masyarakat kota Semarang yang terdiri dari berbagai etnis yang pernah tinggal di kota Semarang,” katanya. (hid/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -