Cuaca Ekstrem, Waspadai Lahar Dingin

309

Sudah Tiga Truk Pasir Terseret

BOYOLALI – Curah hujan yang tingi beberapa hari ini terus memicu aktivitas Gunung Merapi. Kadar air di kawah Merapi yang semakin banyak, bisa memicu tekanan gas dari perut gunung bertambah tinggi. Yang perlu diwaspadai adalah keluarnya gas yang dapat meletus sewaktu-waktu.
”Kondisi sekarang masih aman. Tapi situasi sering hujan di puncak seperti sekarang ini, patut diwaspadai,” kata Mujianto, relawan Jaringan Informasi Lingkar (Jalin) Merapi, kemarin.
Menurut dia, intensitas hujan di wilayah lereng Merapi yang meliputi tiga kabupaten yakni Boyolali, Klaten, dan Sleman, mengalami peningkatan. Selain memicu terjadinya tekanan gas dari perut gunung, hujan deras juga menggugurkan material vulkanik di dinding puncak sehingga sewaktu-waktu bisa banjir lahar dingin. Guguran material vulkanik yang meluncur di lereng ini terbawa air hujan lantas, meluncur hingga ke sungai-sungai yang berhulu puncak Merapi. Material vulkanik ini pun sudah tampak di sepanjang aliran sungai. ”Tapi volumenya belum banyak,” kata dia.
Meski volumenya masih normal, namun setelah terbawa banjir hingga hilir, sudah membawa bencana. Yakni, di wilayah Magelang, tiga truk terseret lahar dingin yang terjadi pada pekan lalu. Peristiwa ini lantaran intensitas hujan di puncak hingga di hilir sungai di lereng Merapi meninggi.
Dijelaskan Mujianto, banjir lahar dingin ini sudah sering terjadi selama musim hujan. ”Hasil pengamatan kami di lapangan, sudah terjadi sekitar empat kali. Intensitas banjirnya sedang sampai tinggi. Ya, paling tinggi saat menyeret truk di wilayah Magelang pekan lalu,” paparnya.
Mengingat intensitas hujan menapaki puncaknya, maka dia dan relawan lain terus melakukan pengamatan di lapangan. Yakni para relawan menempati pos-pos yang sudah dibikin di bibir sungai berhulu puncak Merapi. ”Pos-pos kami yang tersebar di antaranya di Kali Apu, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Selain itu di Kali Juweh, dan aliran sungai di Desa Klakah,” katanya.
Sementara itu, terkait pengamanan pendakian ke puncak Merapi, hingga kini belum ada penutupan. Langkah ini dipilih para relawan, meski intensitas hujan tinggi. Hanya saja, para pendaki yang hendak ke puncak, mendapat pengecekan terlebih dahulu di pos pintu pendakian Lencoh, Selo. (un/jpnn/smu)