Depak Soler dan Miguere

331

SEMARANG – Pelatih PSIS Eko Riyadi akhirnya memutuskan untuk tidak merekomendasikan striker asal Argentina, Fernando Soler. Pemain yang pernah mengemas 32 gol selama satu setengah musim bersama Persebaya 1927 itu dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai bomber yang diinginkan oleh Eko.
General Manajer (GM) PSIS, Kairul Anwar mengatakan, ada beberapa alasan yang menguatkan tim pelatih serta manajemen PSIS mendepak Soler. Salah satunya pertimbangan usia. “Dengan usia yang sudah 36 tahun, saya kira akan sangat berat jika dia akan bermain sebagai targetman. Selain itu kondisi terakhirnya juga kurang bisa memuaskan. Makanya kita sudah putuskan untuk mencoret Soler,” kata Kairul.
Selain Soler, PSIS juga memutuskan untuk enggan menggunakan tenaga gelandang asal Australia, Joshua James Miguere yang di laga ujicoba versus SSS Jumat (17/1) kemarin sempat dicoba oleh pelatih Eko Riyadi. “Josh Miguere juga sama, secara teknis kemamuan dia masih standar, tidak seperti selayaknya pemain asing yang kami harapkan bisa di atas rata-rata pemain lokal, makanya tim pelatih memutuskan untuk memulangkan Josh,” sambung Kairul.
Masih terkait pemain asing, Kairul menambahkan, saat ini PSIS juga masih menjalin komunikasi dengan beberapa nama yang musim ini akan diproyeksikan untuk mengisi pos belakang, tengan dan striker.
Di pos tengah setelah membuang Josh Miguere, pekan ini PSIS rencananya akan kembali mendatangkan eks playmaker mereka musim lalu, Ronald Fagundez yang memang selama ini terus menjalin komunikasi dengan manajemen. “Kalau tidak berhalangan lagi, Fagundez akan merapat Selasa (21/1) besok. Kalau dia datang kemungkinan hanya akan kita lihat kondisi terakhirnya saja kemudian langsung nego karena pelatih juga sudah mengetahui kualitas teknisnya,” beber Kairul.
Kemudian untuk posisi stopper, Kairul mengatakan, saat ini PSIS tengah menjalin komunikasi dengan dua bek asing yaitu eks bek Persikabo asal Maldova, Eduard Valuta dan eks palang pintu PSM Makassar asal Chili, Cristian Alejandro Febre Santis. “Komunikasi dengan pemain-pemain asing buruan masih terus berjalan. Yang jelas kebijakan kita kalau untuk pemain asing harus memiliki kemampuan teknis diatas rata-rata pemainyang ada agar bisa mengangkat performa tim di kompetisi besok,” pungkas Kairul kemarin. (bas/smu)