Ungsikan Barang ke Tempat yang Tinggi

257

DADAPSARI—Sejumlah wilayah di Kota Semarang, Sabtu (18/1) juga dikepung banjir akbiat hujan yang mengguyur sejak Jumat (17/1). Setidaknya ada 6 kecamatan yang wilayahnya terendam banjir, yakni Pedurungan, Genuk, Semarang Timur, Semarang Utara, Semarang Selatan dan Gayamsari. Banjir paling parah di wilayah Semarang Utara dan Semarang Timur.
Beberapa jalan protokol seperti Jalan Imam Bonjol, Pemuda, Patimura, Agus Salim, Citarum, Dr Cipto, Kolonel Sugiono, dan Jalan Mataram tak luput dari genangan air. Ketinggiannya bervariasi dari 20-60 sentimeter. Selain menggenangi ruas jalan protokol, banjir juga menggenangi beberapa wilayah permukiman dan perumahan di Semarang, seperti di kawasan Bugangan, Kaligawe, Perumahan Genuk dan Tlogosari.
Di Jalan Imam Bonjol dan Kolonel Sugiono, banjir menjadi berkah bagi anak-anak kecil di sekitar lokasi tersebut. Banyaknya mobil dan motor yang mogok, membuat anak-anak ini menawarkan bantuan untuk mendorong dengan imbalan uang.
Di Kelurahan Dadapsari, ketinggian air mencapai 50 cm. Akibatnya banyak kendaraan bermotor yang mogok. “Banyak sekali motor yang mogok sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu,” ungkap ketua RT 3 RW IV, Kampung Cilik, Kelurahan Dadapsari, Isman, 43, kemarin.
Isman mengatakan, beberapa hari terakhir ini wilayahnya selalu diserang banjir karena hujan maupun rob. Air di wilayahnya sulit surut karena pompa air tak bisa berfungsi. “Di sini ada pompa air tetapi tidak digunakan, sehingga ketika banjir tidak bisa surut,” katanya. Biasanya rob terjadi, antara pukul 02.00 sampai pukul 06.00.
Warga lainnya, Suparjo mengaku, banjir kali ini telah masuk ke rumah, sehingga sangat mengganggu aktivitas. Ia terpaksa harus menaikkan perabot rumah tanggga ke tempat yang lebih tinggi agar tak dijangkau air.
Salah seorang sopir angkot, Roni juga mengeluhkan masalah banjir. Seharian kemarin, penumpang yang pergi menggunakan angkot sangat minim. “Biasanya kalau jam segini (09.30, red) paling tidak sudah mendapatkan 15 penumpang tetapi dengan adanya banjir ini menjadi sepi,” akunya.
Kawasan Kota Lama Semarang juga tak luput dari banjir. Akses menuju Stasiun Tawang yang digenangi banjir dengan ketinggian air antara 10-40 cm. Jalan menuju Stasiun Poncol yang terletak di Jalan Imam Bonjol Semarang juga sama. Banjir menggenangi wilayah ini dengan ketinggian sekitar 20-30 cm, bahkan air masuk hingga area parkir stasiun. Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Jawa Tengah Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan hujan terus menerus yang mengguyur Jateng khususnya Semarang masih akan terjadi hingga dua hari kedepan. Makanya masyarakat diminta waspada akan terjadinya angin putting beliung, tanah longsor dan banjir.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng, Reni Kraningtyas mengatakan hujan terus menerus di sepanjang wilayah Jateng ini diakibatkan adanya tekanan rendah hingga 992 milibar di sebelah barat laut Australia. Tekanan rendah udara tersebut mengakibatkan adanya pertemuan massa udara di tepi laut jawa. “Sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jateng hujan terus menerus terjadi,” ujarnya.
Dikatannya dari pantauan yang dilakukan BMKG Jateng, tekanan udara di sebelah barat perairan Australia itu terus menurun sejak Sabtu (17/1) lalu. Yakni dari 995 milibar dan masih diperkirakan akan turun lagi pada hari ini. “Tekanan rendah ini masih akan semakin rendah bisa dan bisa menjadi badai di laut Jawa dan cuaca buruk di Jateng. Normalnya tekanan udara itu diatas 1.000 milibar. Kalau toh ada hujan di tekanan 1.000 milibar tentunya tidak terlalu signifikan,” tandasnya.
Dikatakannya hujan yang mengguyur Wilayah Jateng ini sekalanya sudah termasuk lebat. Yakni di atas 50 mililiter perhari. “Wilayah Jateng ini, hingga pertengahan Januari ini sudah curah hujan sudah mencapai 300 mililiter. Kami perkirakan hingga akhir bulan bisa mencapai 500 militer. Hal itu karena Januari ini memang puncak musim hujan,” tandasnya.(hid/bud/ton)