3.923 Rumah Terendam Banjir

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Jembatan Gantung Gemah Putus
BANDARHARJO — Hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak beberapa hari terakhir secara terus-menerus, membuat genangan banjir di sejumlah kawasan sulit surut. Seperti di kawasan 6 kelurahan di Kecamatan Semarang Utara. Hingga petang kemarin (19/1), air masih menggenangi perkampungan warga Bandarharjo dan Dadapsari. Sebagian besar warga yang rumahnya kemasukan air, terpaksa mengungsi di musala sekitar.
Pantauan Radar Semarang kemarin, warga tampak sibuk menata ruang musala yang ada di lingkungan RT 5 RW 1 Kelurahan Bandarharjo. Karpet yang berfungsi sebagai sajadah pun menjadi alas mereka tidur. Sejumlah anak-anak terlihat menata karpet tersebut, sebagian di luar mereka asyik bermain banjir. Setidaknya ada 17 kepala keluarga (KK) warga RT 5 dan RT 6 RW 1 yang mengungsi ke musala tersebut.
”Kami yang mengungsi di musala ini karena banjir sudah masuk ke rumah kami. Amben (ranjang tidur, Red), kasur, semua basah terendam air. Jadi, tidak bisa dipakai tidur lagi, terpaksa kami mengungsi di sini (musala),” terang Umi, 35, warga RT 5 RW 1 Bandarharjo.
Menurutnya, banjir paling parah ada di Kampung Kisiksari RT 5 RW 1 dan Kisikrejo RT 6 RW 1. Banjir sudah merendam kawasan tersebut sejak lima hari lalu.
Umi mengatakan, kondisi kali ini merupakan banjir yang paling parah dibanding hari-hari sebelumnya. Ketinggian air paling dalam ada di kawasan RT 6 RW 1. ”Sudah hampir satu minggu ini hujan terus, dan sejak lima hari terakhir air menggenangi perkampungan hingga masuk ke dalam rumah. Semakin hari airnya semakin tinggi. Bahkan derasnya hujan membuat genangan mencapai hampir satu meter,” katanya.
Pihaknya berharap Pemkot Semarang segera mencarikan solusi agar genangan cepat surut, sehingga warga bisa beraktivitas kembali. Termasuk berharap ada bantuan logistik.
Genangan juga masih terjadi di Kampung Dadapsari. Kusnanto, 45, warga setempat menyatakan, air mulai masuk ke dalam rumah sejak tiga hari lalu, tepatnya sejak Kamis (16/1). Kondisi banjir membuat aktivitas menjadi terganggu. ”Suami saya tidak bisa bekerja, makan sehari-hari jadi susah. Dari pemkot baru membantu nasi bungkus saja,” ujarnya.
Pihaknya memang tidak kaget dengan kondisi banjir yang menggenangi rumahnya. Karena setiap musim hujan, daerahnya selalu digenangi banjir. ”Tiga sampai empat hari air baru bisa surut, tapi ini belum juga surut-surut. Karena setiap harinya diguyur hujan terus. Mau surut, sudah ketambahan hujan lagi. Kami berharap ada solusi dari Pemkot Semarang,” tandasnya.
Camat Semarang Utara Jaka Sukawijana menyatakan, dari 9 kelurahan yang ada di wilayahnya, hanya tiga yang tidak tergenang banjir, yakni Kelurahan Bulu Lor, Panggung Lor, dan Panggung Kidul. Sementara 80 persen di luar itu terendam. Ketinggian air rata-rata 20-50 sentimeter.
”Memang ada enam kelurahan yang terendam banjir, tapi yang dua seperti Purwosari dan Plombokan sudah mendingan. Tinggal empat yang masih cukup parah genangannya,” kata Jaka.
Berdasar hasil pendataan, ada sekitar 3.923 rumah di wilayahnya yang terendam banjir. Menurut Jaka, lamanya genangan dikarenakan intensitas hujan yang terus-menerus dan mesin pompa yang kurang memadai. Diharapkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dalam hal ini Dinas PSDA ESDM menambah jumlah dan kapasitas yang ada.
”Terus terang masih butuh pompa di setiap wilayah. Seperti di RW 1 Bandarharjo belum ada pompa, itu butuh pompa. Kebanyakan pompa di sini adalah hasil swadaya masyarakat, seperti di Delta Mas, Pondok Hasanudin, itu ada satu pompa swadaya, tapi kalau hujannya seperti ini tidak sanggup membuat surut, karena kapasitasnya kecil. Harapan kami PSDA mengoptimalkan sistem pompa dengan menambah jumlah dan kapasitas pompa, seperti pompa di Jalan Kolonel Sugiono itu kapasitasnya harus ditingkatkan,” harapnya.
Banjir kemarin masih menyebabkan genangan air di Stasiun Tawang Semarang. Akibatnya, sejumlah kereta api terpaksa dialihkan di Stasiun Poncol. Seperti kereta api bisnis dan eksekutif jurusan Jakarta yang biasanya berhenti di Stasiun Tawang akan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Poncol.
”Ini kami lakukan untuk memudahkan penumpang saat menuju stasiun. Karena sekitar Stasiun Tawang masih tergenang banjir,” kata Kepala Humas PT KAI Daops IV, Eko Budiyanto.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, sampai saat ini sebagian besar wilayah Kota Semarang masih terendam banjir. Utamanya, yang berada di daerah cekungan. Pihaknya masih akan terus melakukan monitoring dan memberikan bantuan logistik yang memang membutuhkan.
”Untuk korban longsor bantuan yang sudah kita berikan adalah sembako dan terpal, kalau yang banjir untuk saat ini bantuan masih berupa sembako. Kita masih terus melakukan monitoring. Karena sejumlah kawasan masih tergenang banjir, utamanya daerah cekungan, karena air tidak bisa keluar, ditambah hujan yang terus-menerus,” tandasnya.
Banjir juga menggenangi pertigaan Jalan Kalicari-Soekarno Hatta, Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon. Sedangkan di Kecamatan Semarang Timur, genangan banjir terlihat di wilayah Kemijen, Mlati Baru, Mlatiharjo, Bugangan, Rejomulyo, dan Kebonagung. Wilayah Kecamatan Genuk juga tak luput dari genangan banjir di Kelurahan Gebangsari dan Gebanganom.
Hujan deras yang mengguyur Semarang Sabtu dan Minggu juga menyebabkan tiga kelurahan di Kecamatan Tugu terendam banjir akibat meluapnya Kali Beringin. Yakni, Kelurahan Mangkang Kulon, Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo.
Genangan air mencapai setinggi 60 sentimeter terlihat menggenangi jalur utama Semarang-Mangkang. Sejumlah rumah di Kelurahan Mangkang Wetan juga tergenang, bahkan air sampai masuk ke dalam rumah. Terutama di Jalan Gang Kutuk RT 4 RW 6, Mangunharjo. Kedalaman air mencapai 50 sentimeter.
Akibat banjir kemarin, sejumlah warga kembali dicekam rasa waswas. Sebab, hingga Minggu (19/1) sore, hujan masih terus mengguyur. Hal itu membuat debit air Kali Beringin naik. ”Hujannya tidak berhenti dua hari terus-menerus, ini rumah saya sampai tergenang 50 sentimeter,” ujar Almehi Rohin, 50, warga Jalan Gang Kutuk RT 4 RW 6, Mangunharjo.
Menurut Kepala Bagian Humas Pemkot Semarang Achyani, banjir kemarin juga menyebabkan jembatan gantung di Gemah, Pedurungan putus. Pondasi salah satu jembatan penghubung Gemah dan Sendangguwo tersebut ambrol, hingga jembatan tak bisa dilewati.
“Saat ini jembatan gantung itu langsung ditutup, dan tak boleh dilewati sampai ada perbaikan,” kata Achyani tadi malam.(zal/fth/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -