Hendak Melahirkan, Korban Banjir Dievakuasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Di tengah kepungan banjir setinggi 1 meter, seorang ibu muda dari Desa Tratebang RT 07 RW 03, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, terpaksa dievakuasi. Si ibu muda bernama Puput Trianingsih, 23, dievakuasi ke rumah sakit, karena hendak melahirkan. Padahal, rumahnya kebanjiran setinggi 1 meter.
Agus Trinianto, 26, suami Puput Trianingsih mengaku bingung saat istrinya hendak melahirkan. Padahal, banjir di rumahnya setinggi 1 meter. Satu sisi, untuk menuju jalan raya, harus berjalan sejauh 1 kilometer. ”Saya hanya bisanya bingung saja, karena ini kehamilan anak pertama,” tutur Agus.
Akhirnya, Agus melapor ke Posko Bencana Kabupaten Pekalongan, di kantor Kecamatan Wiradesa. Ia meminta bantuan untuk mengevakuasi istrinya agar bisa melahirkan di RSUD Bendan. ”Jam 5 pagi saya langsung ke posko, minta bantuan evakuasi,” kata Agus yang bekerja di Jakarta.
Saat dievakuasi, Puput menuturkan, pada Minggu (19/1) menjelang subuh, perutnya mules seperti hendak melahirkan. Karena rumahnya kebanjiran hingga 1 meter, ia hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan. ”Saya hanya nangis saja, sambil menunggu bantuan datang.”
Kepala Basarnas Semarang Agus Haryono yang memimpin evakuasi menjelaskan, Basarnas Semarang sudah berada di lokasi banjir–khususnya di Desa Tratebang– sejak Sabtu (18/1) malam.
Menurut dia, Tim Basarnas SAR Semarang sudah mengevakuasi lebih dari 1.000 warga korban ke posko pengungsi. Termasuk, Puput yang akan melahirkan.
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Jatmiko, mengatakan, korban banjir yang hendak melahirkan dan berhasil dievakuasi, ada dua orang. Yakni, Rita Inawati, 29, warga Desa Sepacar RT 02 RW 03, Kecamatan Tirto dan Puput Trianingsih.
”Korban banjir yang akan melahirkan, sementara kita rawat di Puskesmas. Jika ada rujukan ke rumah sakit, langsung kita bawa ke RSUD Kraton.” (thd/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -