Petani Krisan Waswas Cuaca

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BANDUNGAN — Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah—salah satunya Kabupaten Semarang—membuat sejumlah petani bunga Krisan. Mereka khawatir bunga-bunga yang siap panen rusak, karena tersapu angin.
Rusaknya pertanian bunga Krisan pernah terjadi setahun lalu, hingga menyebabkan petani di Bandungan hingga Sumowono menderita kerugian ratusan juta. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bunganya saja. Melainkan bedeng pelindung tanaman (berbentuk rumah bambu beratap plastik, Red).
Salah seorang petani bunga Krisan, Abdul Mutolip, 29, menuturkan, sejumlah petani mulai ketar-ketir, menyusul cuaca ekstrem yang terjadi. Menurut dia, curah hujan yang tinggi, tidak memengaruhi produktivitas bunga. Namun, yang dikhawatirkan angin kencang akan merobohkan bedeng-bedeng petani. Sebab, menurut Mutolip, tahun lalu petani merugi karena pertaniannya disapu angin.
”Kalau bedeng-nya roboh, kerugiannya besar. Sebab, selain bedeng-nya rusak, bunganya juga ikut rusak. Jadi, kerugiannya dobel. Belum lagi kita harus menunggu waktu lagi untuk menanam,” ujar Mutolip, Minggu (19/1) kemarin.
Mutolip mengatakan, yang dilakukan para petani saat ini adalah memperkuat bedeng, dengan penopang tambahan. Selain itu, para petani juga melakukan pemantauan rutin.
Kini, petani setiap hari sudah bisa memanen. Karena itu, jika sampai ada kerusakan karena faktor cuaca buruk, maka petani akan rugi besar.
”Kita sudah menerapkan sistem tanam rotasi dengan jarak satu hari hingga seminggu. Sehingga petani dapat memanen setiap hari.”
Terkait harga, menurut Mutolip, harga Krisan tidak tentu. Artinya, tergantung banyak sedikitnya bunga dan permintaan. Saat ini, harga Krisan anjlok hingga Rp 4 ribu/ikat (10 tangkai).
Padahal, jika musim hajatan atau hari raya, harga per ikat mencapai Rp 15 ribu bahkan lebih. Harga bunga akan terus anjlok, ketika suplai bunga di pasar bunga Bandungan meningkat. Utamanya, dari luar daerah.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Semarang, Fadjar Eko mengklaim, pihaknya sudah memberikan sosialisasi tentang hama dan cuaca yang akan memengaruhi hasil pertanian. Sebab, tahun sebelumnya, petani Krisan merugi karena tanaman rusak disapu angin. (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -