Sutopo 12 Tahun Kumpul Kebo

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA — Sutopo, 50, tersangka pembunuhan terhadap Aang Warsito, 41, dan penusukan terhadap Sri Hartati (bukan Sri Suhartatik seperti diberitakan kemarin, Red), 39, yang merupakan pasangan kumpul kebonya, mengaku menyesali perbuatannya. Lelaki pengangguran itu menyatakan, aksi nekatnya tersebut dilakukan karena dibakar rasa cemburu.
Dia bercerita, beberapa hari sebelum kejadian, Sutopo naik angkutan kota (angkot). Saat itu, ia dikabari oleh salah seorang awak angkot bahwa ’istrinya’ (Sri Hartati) menjalin hubungan asmara dengan lelaki lain, yakni Aang Warsito yang kos di daerah Sukoharjo, Kecamatan Argomulyo.
Berbekal informasi itu, Sutopo berusaha untuk mencarinya. Apalagi Sabtu (18/1) itu, Sutopo tidak mendapati ’istrinya’ berada di rumah.
”Sudah 12 tahun saya menjalin hubungan dengan Sri Hartati dan dikaruniai seorang anak berumur 7 tahun. Selama ini kami hidup serumah,” kata Sutopo polos.
Mendapati istrinya tidak ada di rumah, Sutopo langsung berinisiatif mencarinya. Ia juga akan memberi pelajaran kepada pacar Sri Hartati. Karena ia yakin Sri Hartati berada di kos pacarnya, ia pun menyiapkan diri dengan membawa pisau lipat yang diselipkan di celana. ”Saya pergi ke sana (kos Aang) dengan naik angkot,” ujarnya.
Sampai di kos korban, Sutopo semakin yakin ’istrinya’ berada di tempat itu. Karena ia melihat sepeda motor Yamaha Mio milik Sri Hartati diparkir di teras kos. Ia juga melihat sandal milik istrinya berada di depan pintu kos. ”Saya langsung buka pintu, kebetulan tidak dikunci, mereka lagi duduk-duduk,” katanya.
Dalam keadaan kalap, Sutopo mengambil pisau lipat yang diselipkan di celananya. Ia langsung menghunuskan ke perut Aang. Belum puas, Sutopo kembali menusukkan senjata tajam itu ke dada kirinya. Korban pun jatuh tersungkur bersimbah darah.
Sri Hartati yang melihat kejadian ini hanya bisa ngewel. Belum puas, Sutopo yang kalap gantian menusuk leher Sri Hartati, kemudian menusuk lagi mengenai pipi dan kening sebelah kanannya. Akibatnya, Sri Hartati terkapar bersimbah darah. ”Saya tinggalkan pisau lipat saya, kemudian pergi naik angkot untuk menyerahkan diri ke kantor polisi (Polsek Tingkir, Red),” katanya.
Berdasarkan catatan kepolisian, Sutopo adalah seorang residivis kasus penganiayaan yang terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, ia diganjar hukuman 10 bulan penjara. Selama ini, Sutopo juga sering beraktivitas di perjudian dadu. ”Kadang saya jual batok (tempurung kelapa, Red) untuk kopyokan dadu,” akunya.
Atas perbuatannya, Sutopo bakal dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP. ”Kita menjerat dengan pasal berlapis,” terang Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Andi Prasetyo kemarin.
Menurut dia, jeratan pasal itu sesuai dengan aksi yang dilakukan oleh tersangka. Selama dalam pemeriksaan kemarin, Sutopo terlihat tenang dan dingin meski diancam hukuman belasan tahun penjara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sutopo, 50, warga Jalan Argo Tunggal No 1 RT 07 RW II, Dukuh Ledok, Kecamatan Argomulyo, Salatiga nekat menganiaya pasangan kumpul kebonya sendiri, Sri Hartati, 40, warga Ringinawe RT 05 RW I, Salatiga. Ia juga menusuk pacar gelap Sri Hartati, yakni Aang Warsito, 41, warga Desa Blanceran RT 01 RW V, Kecamatan Karanganom, Klaten dengan pisau lipat. Akibatnya, Aang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Sri Hartati hingga kemarin masih dirawat intensif di UGD RSU Salatiga. (sas/deb/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -