Tak Ber-KTP Bisa Ikut JKN

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG– Program jaminan kesehatan nasional (JKN) di Jawa Tengah terus diproses hingga sempurna. Pemerintah saat ini terus melakukan pendataan kepada seluruh warganya termasuk yang belum tak memiliki KTP.
“Caranya warga yang belum terdata sebagai peserta jaminan kesehatan daerah (jamkesda) dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), untuk segera didaftarkan sebagai peserta JKN,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin.
Dengan cara ini, semua warga Jawa Tengah bisa mendapatkan layanan kesehatan secara optimal. “Kami berharap nantinya bisa mendata dan mendaftarkan semua warga, termasuk mereka yang tidak ber-KTP dan para napi yang ada di LP (lembaga pemasyarakatan),” ujarnya.
Dengan cara ini, dia berharap nantinya tidak ada warga yang terlewat untuk didaftarkan sebagai peserta JKN. “Semua data peserta jamkesmas dan jamkesda, nantinya secara otomatis akan beralih menjadi peserta JKN. Namun, dalam proses transisi ini, setiap daerah diharapkan dapat tetap memberikan layanan jamkesda,” katanya.
Salah satu warga asal Muntilan, Aris mengaku proses pelayanan kesehatan pasien JKN terlalu berbelit. Tidak seperti layanan askes yang dimilikinya. Menurutnya, layanan JKN lebih sering mengedepankan proses administratif dan cenderung mengabaikan kondisi pasien. Padahal membutuhkan pertolongan secepatnya.
Dia mencontohkan, kerepotan terjadi saat dirinya mengantarkan rekannya untuk berobat ke rumah sakit di Jogjakarta. Rekannya sempat ditolak dirawat sebelum memenuhi persyaratan membawa surat rujukan dokter dari rumah sakit di kota tempat asalnya. (vie/lis)

Berita sebelumyaJalur Pantura Tersendat
Berita berikutnyaWarga Demo Tolak BPJS
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -